Logo Sulselsatu

DPRD Makassar Sebut Perumda Air Minum Butuh Kompetitor

Asrul
Asrul

Jumat, 23 Juli 2021 10:47

Anggota DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad. Ist
Anggota DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad. Ist

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar dianggap tidak mampu menyelesaikan persoalan klasik yang dialami perusahaan tersebut, yakni distribusi air yang tak merata.

Anggota DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad mengataka Perumda air minum butuh pesaing atau kompetitor.

“PDAM tidak begitu serius menangani persoalan tersebut, lantaran merasa telah memonopoli pelayanan air di Kota Makassar,” kata Ray, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga : RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount

“Saya kira PDAM ini butuh kompetitor supaya dia bisa lebih serius tangani pelayanan air di sejumlah daerah utara ini. Persoalan ini sudah lama dan sampai sekarang belum tertangani dengan baik, kalau satu perusahaan yang tangani ini pasti terserah dia mau apa,” tambah politisi Demokrat itu.

Kondisi kekeringan kata dia tak hanya terjadi saat musim kemarau, bahkan saat musim penghujan ketersediaan air yang layak masih sulit didapatkan oleh masyarakat. Kalaupun dapat terlayani, yang didapatkan justru tidak maksimal.

“Ada beberapa yang bayar terus, tapi tidak mengalir-mengalir airnya, bahkan yang mengalir juga pasti tidak layak airnya,” katanya.

Baca Juga : Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi

Pelayanan kata dia akan lebih baik seiring meningkatnya persaingan dari perusahaan. Ray mengatakan sejumlah kota-kota besar dunia menganggap persaingan justru baik, karena mendorong peningkatan kualitas layanan.

“Kota besar itu ciptakan lebih dari dua perusahaan, bahkan mereka turun langsung mencari warga untuk dijadikan member mereka,” katanya.

Sementara itu Lurah Buloa Kecamatan Tallo, Oddang Nai mengatakan sistem pipanisasi dari PDAM di wilayah Utara disebutnya masih sangat minim.

Baca Juga : Legislator PDIP Makassar Desak RSIA Paramount Ditutup, Soroti Dugaan Kelalaian

Masyarakat di daerahnya hanya mengandalkan Pamsimas atau menara air, dimana airnya pun terbatas hanya mampu melayani 50 rumah tiap harinya.

“Pamsimas kita ini cuma bisa melayani 50 rumah, jadi memang tidak pakai sistem pipanisasi karena kendalanya juga debit air tidak banyak,” katanya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD23 September 2026 15:22
Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Persoalan kecukupan anggaran untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Sela...
Makassar23 September 2026 15:04
Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar ...
Metropolitan23 September 2026 14:05
Munafri Serukan Zero Bullying di Sekolah, Guru dan Orang Tua Diminta Aktif Sejak Dini
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan komitmennya menerapkan kebijakan Zero Bullying atau tida...
Pendidikan23 September 2026 12:21
Kalla Institute Masuk Lima Besar KRISAN Fellowship, Perkuat Kampus Inklusif di Makassar
Kalla Institute terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik dalam Program KRISAN Fellowship, setelah melalui proses seleksi yang di...