SULSELSATU.com, MAKASSAR – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam menilai pelaksanaan Job Fit Pejabat Tinggi Pratama di lingkup Pemprov Sulsel, banyak kejanggalan.
Diketahui proses uji kompetensi Pejabat Tinggi Pratama lingkup Pemprov Sulsel, berlangsung sejak Rabu-Kamis, 14-15 Juli 2021, Lalu.
Dari hasil Job fit ini, Pemprov Sulsel dalam hal ini Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan mutasi terhadap 10 pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulsel.
Baca Juga : Sosialisai Beasiswa Pendidikan, Rektor UNM Dorong Para Dosen Muda Tingkatkan Kualifikasi Pendidikan
Dari 10 pejabat tersebut, Sudirman Sulaiman melakukan memutasi terhadap Prof Jufri dari Kepala Dinas Pendidikan ke Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan, pada Jumat (24/09/2021). Lalu.
Prof Husain Syam menyebut Hasil job fit Prof Jufri yang lolos sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan ibarat pendaftar SBMPTN yang memilih prodi Teknik Mesin tetapi lulus di Psikologi atau sebaliknya memilih Psikologi tetapi lolos di Teknik Mesin.
“Ini aneh Ada apa dengan manajemen kepegawaian di pemerintah provinsi Sulsel ini Sekali lagi itu juga sebabnya Prof Jufri tidak hadir di pelantikan,” sebutnya.
Baca Juga : Kukuhkan Prof Sjarifuddin Hasan Sebagai Guru Besar, Ini Pesan Rektor UNM
Lebih lanjut, Prof Husain mengatakan, sejak awal ikut lelang jabatan, Prof Jufri hanya memilih jabatan Kepala Dinas Pendidikan meskipun dibolehkan memilih tiga jabatan.
Begitu juga saat ikut job fit, Prof Jufri juga hanya memilih jabatan Kepala Dinas Pendidikan. Anehnya, tambah Rektor UNM, panitia seleksi job fit justru meloloskan Prof Jufri sebagat Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan.
“Sejak awal prof jufri masuk dan ikut seleksi hanya memilih satu saja, hanya di dinas pendidikan karena sesuai dengan kompetensi nya” jelasnya.
Baca Juga : UNM Kukuhkan Prof Mohammad Jafar Hafsa sebagai Guru Besar Bidang Agribisnis Pangan
Prof Husain menambahkan akan menarik kembali Prof Jufri bertugas di UNM, ia mengaku sudah mengirim surat ke Pit Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, surat itu juga menjelaskan beberapa alasan penarikan mantan Dekan Fakultas Psikologi UNM itu.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar