Logo Sulselsatu

Bupati Adnan Minta Menteri LHK Beri Kepastian Lahan Hutan Luar Kawasan

Asrul
Asrul

Kamis, 04 November 2021 13:26

Adnan Purichta Ichsan. Ist
Adnan Purichta Ichsan. Ist

SULSELSATU.com, GOWA – Sekitar 1.852,379 hektare (Ha) lahan hutan di Kabupaten Gowa telah dilakukan penataan batas dan siap keluar dari kawasan hutan. Ribuan lahan hutan ini tinggal menunggu pengesahan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Sitti Nurbaya.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat membuka Rapat Pembahasan Hasil Penataan Batas Kawasan Hutan di Kabupaten Gowa yang berlangsung di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa berharap ini bisa segera disahkan oleh Menteri LKH RI, Kamis (4/11/2021).

Menurutnya hal ini penting agar Pemerintah Daerah dan masyarakat bisa mendapatkan kepastian mana wilayah yang masuk dalam kawasan hutan dan wilayah yang sudah keluar dari kawasan.

Baca Juga : Gomax Community Kini Dipimpin Daeng Bani

“Kita berharap ini bisa segera disahkan sehingga kita memiliki kepastian, baik itu dari sisi hukumnya dan juga masyarakat memiliki kepastian tentang hak kepemilikannya,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.

Sponsored by MGID

Apalagi melihat kondisi eksisting di Kecamatan Tinggimoncong sudah banyak ditempati oleh masyarakat. Sehingga memang harus dikeluarkan dari kawasan hutan.

Selain itu, dengan ada kejelasan ini tentu akan semakin mempermudah pengusaha untuk bisa masuk berinvestasi di Kabupaten Gowa terutama di wilayah Malino Kecamatan Tinggimoncong. Tentu ini akan berdampak pada pendapatan daerah.

Baca Juga : Jelang Nataru 2022, Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok di Gowa Terkendali

“Kita sangat membutuhkan kepastian hukum ini, karena Malino terutama Kecamatan Tinggimoncong secara keseluruhan memiliki magnet dalam berinvestasi khususnya di bidang pariwisata,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan bahwa dengan didukung infrastruktur yang semakin baik, selama ini banyak investor yang ingin menanamkan modal di Kecamatan Tinggimoncong, seperti mendirikan villa baik untuk disewakan maupun pribadi dan beberapa investor lainnya.

“Sehingga tata batas ini sangat diperlukan dan mendesak untuk segera selesaikan. Kita berharap ini segera dibawa ke Kementerian untuk segera ditandatangani supaya segera memiliki kepastian,” harapnya.

Baca Juga : Kolaborasi TNI dan Polri, Bupati Gowa Yakin Vaksinasi Tercapai Akhir Desember

Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VII Makassar, Hariani Samal mengatakan bahwa perubahan status kawasan berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK 362 Tahun 2019.

Hariani Samal menyebutkan SK tentang Perubahan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan, Perubahan Fungsi Kawasan Hutan dan Penunjukan Bukan Kawasan Hutan Menjadi Kawasan luas kawasan hutan Kabupaten Gowa yang mengalami perubahan secara keseluruhan 16.250,68 Ha.

Hanya saja, dari 16.250,68 Ha yang masuk dalam Perubahan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan baru 1.852,379 Ha yang sudah dilakukan penataan batas.

Baca Juga : Kolaborasi TNI dan Polri, Bupati Gowa Yakin Vaksinasi Tercapai Akhir Desember

“Sementara sisanya 14.397,937 Ha yang belum kita lakukan penataan batas, kita rencanakan dan upayakan selesai pada 2022 mendatang,” ungkapnya.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi27 Januari 2022 16:06
Mengenal Embrio, Strategi BRI Ciptakan Talenta Digital Inovatif dan Tangguh
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tidak hanya dari aspek teknologi, kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) juga memegang peranan penting dalam menjawab tanta...
Video27 Januari 2022 16:06
VIDEO: Anggota DPR RI Irma Tegur Menkes, Minta Diperhatikan Saat Bicara
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan saat Anggota DPR RI Irma Suryani Chaniago menegur Menteri Kesehatan Budi Gunadi. Irma meminta Mente...
Hukum27 Januari 2022 16:02
Polisi Usut Kasus Mafia Tanah Malah Dipraperadilankan, BPN Komitmen Berantas
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyatakan komitmen untuk memberantas praktik mafia tanah di Kota Makassar. Salah sat...
Sponsored by MGID
Berita Utama27 Januari 2022 15:32
PGRI Jeneponto Desak Pelaku Penganiayaan Guru SMP Yang Tegur Siswa Merokok Diusut
SULSELSATU.com, Jeneponto – Kasus penganiayaan yang menimpa Guru SMP Negeri 3 Binamu Jeneponto Inisial MSL (43), kini mendapat perhatian dari Pe...