Logo Sulselsatu

Digugat Pelanggaran Hak Cipta, Pegadaian Ungkap Sejarah Hingga Izin Tabungan Emas

Sri Wahyudi Astuti
Sri Wahyudi Astuti

Jumat, 20 Mei 2022 19:24

Pegadaian digugat atas pelanggaran hak cipta tabungan emas (Pegadaian)
Pegadaian digugat atas pelanggaran hak cipta tabungan emas (Pegadaian)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pegadaian (Persero) digugat atas pelanggaran hak cipta layanan Tabungan Emas senilai Rp322,5 miliar. PT Pegadaian digugat oleh Arie Indra Manurung dengan nomor perkara 40/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2022/PN Niaga Jkt.Pst yang terdaftar pada 10 Mei 2022 lalu.

Gugatan Arie menyebut bahwa ia sebagai pihak yang pertama kali menciptakan sistem investasi dan transaksi jual beli emas atau logam mulia yang disebut Goldgram.

PT Pegadaian kemudian menanggapi pemberitaan media tentang adanya gugatan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas dugaan pelanggaran hak cipta layanan Tabungan Emas yang dimiliki perusahaan.

Baca Juga : Pegadaian Kanwil Makassar Serahkan Bantuan Bina Lingkungan di Sidrap

Vice President of Corporate Communication PT Pegadaian, Basuki Tri Andayani menyatakan sudah mendengar kabar tersebut dan perusahaan sedang mempelajari berkas gugatan tersebut.

“Kami sudah menerima berkas gugatan tersebut dan sedang dipelajari dengan seksama. Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi prinsip GCG, kami akan mengikuti proses hukum yang berlaku dan mematuhi regulasi pemerintah maupun ketentuan hukum lainnya. Selain itu kami juga berkomitmen untuk melindungi hak-hak konsumen, agar tidak terdapat kerugian nasabah,” jelas Basuki.

Dalam sejarahnya, perjalanan Tabungan Emas hadir sejak emas menjadi instrumen investasi yang diminati karena bersifat safe heaven atau tidak rentan terhadap gejolak dan ketidakpastian pasar.

Baca Juga : Datang Yuk! Ini 7 Lokasi Bazar Emas dan Kuliner Ramadan Pegadaian Makassar

Pada tahun 1901, Pegadaian resmi menjadi perusahaan gadai milik Pemerintah Hindia Belanda yang memberikan pinjaman dengan jaminan barang bergerak. Pegadaian yang saat itu bernama Bank van Leening tidak hanya menerima alat rumah tangga sebagai jaminan gadai.

Dalam perkembangannya, emas bahkan menjadi barang jaminan gadai favorit masyarakat. Bahkan saat ini lebih dari 95 persen barang yang digadaikan berupa emas baik perhiasan maupun emas batangan. Oleh karena itu Pegadaian terus mengembangkan bisnisnya yang berkaitan dengan emas.

Seiring berjalannya waktu, Pegadaian pun mengambil langkah strategis baru, agar emas kembali dapat diminati masyarakat. Pegadaian menggandeng World Gold Council (WGC), untuk mengeluarkan produk emas Ongkos Naik Haji (ONH) Pegadaian. Produk ini diciptakan untuk membantu masyarakat pergi haji ke tanah suci dan memberikan literasi bahwa emas adalah sebuah investasi yang menjanjikan.

Baca Juga : Sumbangsih BRI Sangat Besar Terhadap Peningkatan Inklusi Keuangan

Sempat terhenti pada tahun 2004, Pegadaian kembali mengembangkan strategi bisnis baru melalui unit usaha syariah di tahun 2008, dengan mengeluarkan produk cicil emas yang dinamakan dengan MULIA (Murabahah Logam Mulia Investasi Abadi).

Memenuhi permintaan masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin mempunyai emas dengan cara mudah, Pegadaian terus melakukan berbagai kajian dalam rangka pengembangan produk. Akhirnya ditemukanlah produk tabungan emas yang memberikan solusi dengan model beli dan titip emas dengan pembelian minimas 0,01 gram yang dapat diakses oleh masyarakat.

Produk tabungan emas secara resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo dan didampingi oleh Menteri BUMN Rini Sumarno dan Direktur Utama PT Pegadaian Riswinandi pada 5 Juli 2015 silam. Peluncuran produk diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pasar Murah BUMN di Garut Jawa Barat.

Baca Juga : Sumbangsih BRI Sangat Besar Terhadap Peningkatan Inklusi Keuangan

Operasional produk Tabungan Emas Pegadaian telah mendapatkan izin dari OJK dengan surat nomor S-427/NB.11/2016 tanggal 17 Februari 2016 tentang produk Pegadaian Tabungan Emas.

Dilatarbelakangi oleh upaya penataan industri Pergadaian, OJK menerbitkan POJK 31 tahun 2016 tanggal 28 Juli 2016 tentang Usaha Pergadaian. Sebagai perusahaan milik negara yang patuh terhadap regulasi, Pegadaian pun melakukan restrukturisasi bisnis, salah satunya dengan pendirian anak perusahaan Galeri 24 yang menangani bisnis emas.

Kemudian perusahaan mengajukan pembaruan izin operasional produk Tabungan Emas Pegadaian yang dikabulkan oleh OJK dengan surat nomor S-476/NB.111/2019 tanggal 09 Oktober 2019 tentang Persetujuan Produk Tabungan Emas PT PEGADAIAN (Persero).

Baca Juga : Sumbangsih BRI Sangat Besar Terhadap Peningkatan Inklusi Keuangan

Sebagai institusi pemerintah, keberadaan emas yang ditabung berupa fisik, disimpan oleh Pegadaian didalam tempat khusus. Secara periodik, simpanan emas di audit oleh auditor independen, sehingga dapat diyakini setiap gram emas yang ditabung keberadaan fisiknya ada dan diasuransikan.

“Dengan legalitas produk yang dimiliki oleh perusahaan, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang berkembang. Sejalan dengan budaya AKHLAK, kami akan selalu amanah dalam menjaga kepercayaan pemerintah, masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya,” kata Basuki.

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama30 Juni 2022 15:01
Bersiap! Beli LPG 3 Kg Harus Daftar di Aplikasi MyPertamina
SULSELSATU.com – Membeli gas LPG 3 kg kini tidak lagi bisa dengan mudah. PT Pertamina (Persero) akan memperketat pembelian LPG 3 kg yang mewajib...
Pendidikan30 Juni 2022 14:48
Rektor UNM ke Wisudawan: Tunjukkan Jati Diri Sebagai Ilmuan yang Profesional
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Untuk pertama kalinya semenjak pandemi Covid-19, upacara wisuda di Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali diseleng...
Sulsel30 Juni 2022 14:28
Lantik 23 Pejabat Baru, Bupati Gowa Harap Bekerja Sesuai Perkembangan Zaman
SULSELSATU.com, GOWA – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Adminis...
Video30 Juni 2022 14:06
VIDEO: Detik-detik Ketua Banggar DPR RI Ambruk depan Meja Sidang Paripurna
  SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan detik-detik Ketua Banggar DPR RI, Muhidin Mohammad Said, terjatuh. Ia terjatuh tepat di depa...