Logo Sulselsatu

PBSI Makassar Abaikan Hak Pilih Klub Binaan

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Selasa, 14 Juni 2022 14:50

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Suksesi dalam kepengurusan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Makasar mulai bergulir. Sejumlah nama digadang-gadang mengincar posisi ketua.

Musyawarah kota (Muskot) PBSI Makassar sudah diagendakan untuk pemilihan pengurusan PBSI periode selanjutnya.

Hanya saja aturan dalam pemilihan pengurus PBSI yang baru menuai sorotan dari sejumlah klub badminton. Salah satunya dari pengurus PB Radiks.

Amir Ilyas dari PB Radix mempertanyakan aturan panitia Muskot yang tidak memberi hak suara terhadap klub yang baru terdaftar dan mendapat SK pengesahan satu tahun. Salah satunya adalah PB Radix.

“Sementara dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atau AD/ART disebutkan bahwa yang punya hak suara adalah klub terdaftar dan berusia minimal 1 tahun,” ungkap lelaki yang akrab disapa Pak Prof itu.

Berdasarkan hal tersebut, kata Pak Prof, pengurus PB Radiks melayangkan surat protes yang merujuk pada AD/ART, Peraturan Organisasi (PO) kepada PBSI Kota Makassar.

Surat itu untuk mempertanyakan aturan pemilihan mengingat PB Radiks sudah terdaftar beberapa tahun lalu.

“Pertanyaan besar kami, kenapa hak suara PB Radiks dihilangkan. Yang dapat menghilangkan hak suara apabila klub tersebut dibekukan seperti yang tertuang pada PO. Sementara klub kami tidak pernah dibekukan,” ujarnya.

Dia pun meminta kepada pengurus PBSI Makassar agar tidak melanjutkan tahapan pemilihan yang sementara dijalankan sampai hal ini mendapatkan solusi.

Lebih jauh ditekankan, PBSI Kota Makassar harus menjadi pengayom bagi semua klub yang terdaftar, sebagaimana tertuang dalam AD/ART dan PO PBSI. Jangan sampai Muskot digekar hanya mementingkan kepentingan kelompok tertentu.

Apabila Muskot tetap dilaksanakan tanpa melibatkan klub-klub yang sudah punya SK dari PBSI Makassar dan hak suara, maka dikhawatirkan Muskot PBSI Makassar berpotensi melanggar AD/ART, serta Peraturan Organisasi sehingga berakibat pada batalnya Muskot PBSI Makassar demi Hukum.

“Kami juga melaporkan kejadian ini ke pengurus KONI Makassar dan PBSI Sulsel agar mendapat perhatian serius, mengingat KONI adalah organisasi yang berwenang membina cabang olahraga.
Sementara PBSI Sulsel merupakan kepengurusan induk berada satu tingkat di atas kabupaten/kota,” tandasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan03 Februari 2026 19:40
Forum Perangkat Daerah Kominfo Makassar Bahas Digitalisasi dan Integrasi Layanan Publik
SULSELSATU.com MAKASSAR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar menggelar Forum Perangkat Daerah untuk membahas penguatan digital...
Makassar03 Februari 2026 19:38
Walikota Appi Serukan Percepatan Digitalisasi Bansos agar Tepat Sasaran ke Masyarakat
SULSELSATU.com JAKARTA – Pemerintah Kota Makassar, akan terus meningkatkan efisiensi proses penyaluran bantuan sosial, melalui pemanfaatan tekno...
News03 Februari 2026 17:09
Program Leadership Enhancement, SPJM Matangkan Kompetensi untuk Keunggulan Layanan dan Bisnis
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services...
Sulsel03 Februari 2026 08:13
Rakornas 2026 di Bogor, Wali Kota Tasming Hamid Dukung Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
SULSELSATU.com, BOGOR – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan ...