Logo Sulselsatu

Senior Golkar Sulsel Tak Nyaman Gaya Kepemimpinan Taufan Pawe

Asrul
Asrul

Selasa, 14 Juni 2022 17:22

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gaya kepemimipinan Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe membuat para senior partai beringin itu tak nyaman.

Perasaan itu dicurahkan saat bertemu dengan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang baru saja bergabung dengan Partai Golkar.

Senior Golkar, HM Roem, mengawali bincang-bincang tersebut. Mantan Ketua DPRD Sulsel ini berkisah sudah tidak pernah lagi mendapat undangan dalam kegiatan-kegiatan kepartaian. Padahal, cintanya pada Golkar sebenarnya tidak akan pernah redup.

Baca Juga : Umrah Jelang Penetapan Pengurus, Amirullah Doakan Golkar Jadi Pemenang Pemilu 2029

Bagaimana bisa redup? Segala prestasi sepanjang karier politik kader yang ber-Golkar sejak 1974 ini, diraih di bawah pohon beringin. Menjadi Bupati Sinjai dua periode, menjadi ketua DPRD Sulsel 3 periode, semua bersama beringin.

“Kami rindu dengan suasana di mana Golkar itu benar-benar terasa seperti milik semua kader, bukan hanya milik pengurus. Saya sudah ber-Golkar sejak Bapaknya IAS, Sirajuddin, menjadi sekretaris Golkar tahun 1974. Tidak pernah ada perasaan sebagai anak tiri. Semua kader terpanggil dalam setiap kepemimpinan untuk merasa memiliki Golkar. Itu yang hilang saat ini,” kenang Roem

Roem yang mengaku masih banyak berkomunikasi dengan sejumlah kader di daerah memastikan sangat banyak orang yang pernah berjasa pada Golkar, mau mengabdi dan berbakti lagi.

Baca Juga : IAS Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Sulsel, Siap Susun Kepengurusan Baru

“Tapi mereka ini semua tidak pernah disentuh. Dulu, prinsip melibatkan lebih banyak orang agar partai semakin besar sangat kental. Sekarang, terbalik, jangankan orang di luar pengurus, yang saya dengar, bahkan pengurus yang dilibatkan hanya segelintir saja. Ini perlu diperbaiki,” tegas Roem.

Padahal, urgensi melibatkan kader-kader lama ini bukan sekadar untuk menghargai jasa mereka pada partai, juga untuk menjaga suara dari kelompok mereka tetap untuk Golkar. “Pengurus jangan terkesan takut tersaingi dengan kader senior, toh rata-rata mereka sudah tidak maccaleg lagi kan”.

Senior perempuan Golkar, Heriany juga memberi masukan agar suasana kebatinan kader yang dulu menyala-nyala memperjuangkan Golkar kembali bisa berkobar di tangan Ketua Golkar Sulsel, HM Taufan Pawe.

Baca Juga : Dugaan Pencemaran Nama Baik Taufan Pawe ke Nurdin Halid Mulai Digarap Polda Sulsel

“Sebenarnya, banyak kader perempuan Golkar yang sudah mau mundur beramai-ramai. Tapi bujukan senior-senior lain yang begitu cinta Golkar membuat itu urung terjadi,” tuturnya.

Sebagai Korwil Pemenangan Soppeng-Wajo, dirinya hampir tidak pernah dilibatkan dalam setiap acara-acara Golkar. Karena itu, dirinya yang awalnya berniat mengajak kader lain untuk aktif ber-Golkar menjadi malu hati.

“Kami sangat berharap, kebersamaan yang dulu ada itu bisa tercipta kembali. Saya tidak pernah diundang pleno dalam kepengurusan ini. Saya tidak tahu, apakah memang tidak diundang atau memang belum pernah pleno”.

Baca Juga : Tanpa Lawan, Zulham Arief Pimpin KONI Parepare Periode 2022-2026

Senior Golkar lainnya, Hoist Bachtiar berkisah, kepengurusan Golkar saat ini punya istilah rapat terbatas “ratas”. Istilah yang lahir karena setiap kali ada keputusan internal, maka yang akan dilibatkan hanya orang-orang pilihan saja. Selalu tidak lebih dari tujuh orang saja. “Yang lain terpaksa diam. Bukan karena tidak mau berpartisipasi, tapi memang karena tidak dilibatkan,” kata Hoist.

Senior Golkar dari Gowa, Mappaujung, sepakat dengan langkah para senior untuk mendorong agar Golkar bisa kembali ke relnya. “Kita semua memberi masukan dan sepakat Golkar harus bisa mengembalikan kebersamaan yang pernah ada. Demi kejayaan Golkar”.

Senior Golkar lainnya, Chaerul Tallu Rahim berharap pengurus DPD Golkar Sulsel bisa membuka diri dengan kehadiran tokoh-tokoh yang bisa mengangkat elektoral Golkar seperti IAS.

Baca Juga : Nurhaldin Siap Bertarung di Musda AMPI Sulsel, Zulham Arief Sebut Menarik

“Tidak usah diterima sebagai pesaing, mengingat ada mekanisme organisasi yang akan menjadi rel bagi persaingan untuk sebuah jabatan”.

Ketua Harian Golkar Sulsel, Kadir Halid, mengaku siap meneruskan semua masukan dari senior-senior ke meja DPD I Golkar Sulsel.

“Semua yang ada di sini niatnya hanya ingin memperbaiki Golkar. Saya percaya itu, dan siap meneruskan segala keluh kesah ini,” kata Kadir.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan18 September 2026 16:11
Field Trip Science Athirah Ajak 133 Siswa Tanam Mangrove di Puntondo
Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkunga...
News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....
OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...