SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dinas Perpustakaan Kota Makassar sedang gencar-gencarnya meningkatkan minat baca masyarakat Kota Makassar dengan berbagai strategi yang diusung, namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi.
Salah satunya penolakan berbagai sekolah yang memiliki perpustakaan tidak mau didampingi untuk meningkatkan standar perpustakaan
Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Perpustakaan Tenri A Palallo, ia menganalogikan penolakan sekolah-sekolah yang tidak mau didampingi
Baca Juga : Kepala Bappeda Makassar Dampingi Sekda Hadiri Rakor Sinkronisasi Program LPNK
“Apakah mereka welcome menerima kami karena sekolahnya ini yang kami mau datangi, sementara ini rumah dia, kami mau datang ke rumahnya dia dan mau bilang, itu di bagian belakang rumahmu harus kamu cek,” terang Tenri dalam program Bappeda Corner dikutip Sulselsatu, Senin (20/6/2022).
Tidak hanya itu ada juga penolakan yang langsung datang dari pimpinan sekolah.
“Bahkan ada Kepala Sekolah yang menganggap tidak perlu ada perpustakaan,” lanjut Tenri.
Baca Juga : Hari Sumpah Pemuda, Bappeda Makassar Ajak Pemuda Aktif Merencanakan Masa Depan Kota
Hal ini membuat Kepala Dinas Perpustakaan itu memberi penegasan terhadap tindakan penolakan tersebut.
“Saat ini saya harus bilang sama mereka bahwa sekolah bintang lima itu, syaratnya memiliki perpustakaan yang standar nasional, bukan sekedar ada saja,” tegas Tenri.
Karenanya Tenri sangat berharap semua masyarakat terkhusus di sekolah-sekolah, kampus-kampus dan berbagai dunia tempat literasi bisa dikembangkan harus mengamalkan 4 prinsip
“Baca, Dengar, Lihat dan Lakukan, empat hal itu menjadi penting,” pungkas Tenri
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar