Logo Sulselsatu

Pemkot Akan Sulap Lorong di Makassar Menjadi Tempat Wisata Berkelas

Asrul
Asrul

Kamis, 23 Juni 2022 21:14

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam jal ini Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar sebagai leading sektor akan menyulap lorong-lorong Kota Makassar menjadi tempat wisata dengan melaunching program kerja bernama Lorong Wisata (Longwis).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muhammad Rheza megatakan bahwa lorong wisata (Longwis) ini merupakan pengembangan dari lorong garden pada periode pertama Walikota Makassar Moh Ramdhan Pamanto.

“Lorong wisata ini merupakan pengembangan dari lorong garden,” tutur Rheza dalam program Bappeda Corner, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga : Kepala Bappeda Makassar Dampingi Sekda Hadiri Rakor Sinkronisasi Program LPNK

Lorong wisata menurut Rheza lebih kompleks, kalau lorong garden hanya membuat bagaimana lorong itu penuh dengan tanaman.

“Lorong wisata ini lebih kompleks. Kalau lorong garden itu kita hanya bermain dengan tanaman, bermain dengan bagaimana lorong itu hijau, kalau lorong wisata itu lebih kompleks,” tutur Rheza.

Rheza juga menjelaskan bahwa lorong wisata ini akan melibatkan SKPD, untuk terlibat didalamnya dan juga akan membantu menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga : Hari Sumpah Pemuda, Bappeda Makassar Ajak Pemuda Aktif Merencanakan Masa Depan Kota

“SKPD akan terlibat atau melibatkan diri di situ. Di lorong itu intinya bagaimana menarik wisatawan, dimana ada perputaran ekonomi masyarakat lorong itu bisa bangkit,” jelas Rheza.

Dengan adanya lorong wisata ini membuat jumlah tempat wisata yang ada di Kota Makassar lebih meningkat, sehingga para wisatawan tidak hanya ke tempat-tempat yang bernuansa alam tapi mereka juga akan mendapatkan tempat indah walaupun hanya ke lorong-lorong yang ada di Kota Makassar.

“Baik lokal maupun asing datang ke Makassar ini sudah jelas, sudah tahu mau kemana dia, mau melihat apa yang ada di lorong-lorong, selama inikan kita tahunya tempat wisata itu yang natural,” jelasnya.

Baca Juga : Kepala Bappeda Dahyal Komitmen Perencanaan Pembangunan Tingkat Pusat dan Daerah Berjalan Selaras, Efektif, dan Berkelanjutan

Lorong-lorong yang ada di Kota Makassar akan dibuat indah dengan potensi-potensi yang ada di setiap lorong-lorong tersebut.

“Kalau disitu ada kebudayaan yang bisa kita angkat, kita angkat budayanya mereka, ada kuliner yang menjadi ciri khas disitu, kita angkat kuliner itu, ada kerajinan-kerajinan, kita angkat,” kata Rheza.

Hal ini juga akan mampu meningkatkan perekonomian warga setempat dengan putaran uang yang mereka akan dapay dari kearifan lokal setempat.

Baca Juga : Soal Dana Hibah Tahun Anggaran 2025, Ini Panduan Lengkap Sekretaris Bappeda Makassar

“Jadi ada putaran ekonomi, perputaran uanglah di situ,” pungkas Rheza.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Nanang Wijayanto
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...