Logo Sulselsatu

Nasib Tenaga Honorer Jadi Perhatian, APKASI Fasilitasi Pertemuan Kepala Daerah

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 24 September 2022 19:57

Sekjen APKASI, Adnan Purichta Ichsan (dokumen: ist)
Sekjen APKASI, Adnan Purichta Ichsan (dokumen: ist)

SULSELSATU.com, GOWA – Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) melakukan pertemuan membahas nasib tenaga honorer dengan sejumlah kepala daerah dan kementerian terkait.

Pertemuan berlangsung di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Rabu (21/9/2022). Poin penting yang menjadi pembahasan adalah persoalan tenaga Non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN) atau tenaga honorer di pemerintahan daerah masing-masing.

Bupati Gowa yang juga Sekjen APKASI, Adnan Purichta Ichsan mengaku, kehadirannya di pertemuan ini untuk mengawal permasalahan honorer di daerah masing-masing. Sekaligus untuk menyatukan persepsi dengan kepala daerah lainnya, mencarikan solusi terbaik untuk nasib tenaga honorer.

Baca Juga : Ranperda APBD Gowa 2023 Targetkan Pendapatan Daerah Naik 3,82 Persen

“Selaku kepala daerah dan Sekjen APKASI, rakor ini sebagai tempat kami menjelaskan ke kementrian permasalahan di daerah. Kami berharap Pak Menteri yang dulunya juga Ketua APKASI, dan juga pernah menjadi bupati dapat melihat permasalahan honorer di daerah dengan lebih detail,” katanya yang saat itu bertindak sebagai moderator.

Adnan menyebutkan, ada beberapa poin yang telah dibahas sejak awal antara APKASI dan Kementrian PAN-RB. Pertama, pada persoalan keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah, sehingga perlu disusun rentang gaji tenaga honorer sesuai dengan kemampuan daerah.

Kedua, bagi tenaga honorer yang tidak mampu mengikuti CAT dengan passing grade, dan tidak memenuhi syarat menjadi PNS atau PPPK karena kualifikasi pendidikannya yang tidak terpenuhi sebaiknya dapat diberikan kesempatan sesuai dengan minatnya. Misalnya membekali pelatihan kewirausahaan atau Kartu Prakerja, dan lain-lain.

Baca Juga : Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Pemkab Gowa Tempatkan TPS Agar Mudah Diakses Masyarakat

Penanganan tenaga non ASN sebenarnya bukan lagi wacana baru. Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Anas, secara aturan penanganan terkait tenaga honorer sudah mulai dijalankan sejak 2005 lalu, kemudian berlanjut di 2012, 2018, 2019 dan 2021.

“Jadi sebenarnya warning untuk pengangkatan non-ASN ini sudah lama. Tapi ada fakta juga kalau non-ASN ini tidak ada, pelayanan-pelayanan kita bisa terganggu di kabupaten dan kota,” jelas Anas dalam sambutannya saat membuka rakor ini.

Saat ini pihaknya sementara mempertimbangkan tiga alternatif penyelesaian tenaga honorer dan terus melakukan kordinasi lintas sektoral. Antara lain, pada skenario pertama, tenaga honorer diangkat seluruhnya menjadi ASN.

Baca Juga : Gedung Perpustakaan Kabupaten Gowa Dibuka untuk Masyarakat, Siapkan 11.271 Buku

“Hanya saja skenario ini akan menjadi beban yang berat bagi negara, dan kompetensi birokrasi kita tentu akan ada problem di beberapa titik yang ketika saat rekrutmen kualitasnya tidak diperhatikan,” jelas Anas yang juga mantan Ketua APKASI.

Adapun skenario kedua yakni tenaga honorer diberhentikan seluruhnya. Sementara, opsi jalan tengah yang ketiga yakni pengangkatan tenaga honorer sesuai dengan prioritas. Ketiga skenario ini, akan didiskusikan bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Komisi XI DPR RI.

“Yang lain bukan tidak prioritas, tapi diselesaikan secara bertahap,” terang Azwar.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

 Komentar

 Terbaru

Video05 Desember 2022 22:40
VIDEO: Panggung Acara Anies Baswedan di Pekanbaru Ambruk
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan panggung acara Rapat Akbar Relawan Anies Baswedan di Pekanbaru roboh. Video tersebut terjadi saat r...
Ekonomi05 Desember 2022 19:35
Selamatkan Masyarakat Dari Jerat Rentenir, Perempuan Ini Sukses Jadi Agen BRILink dan UMi
  SULSELSATU.com – Siapapun bisa menjadi AgenBRILink yang sukses asal memiliki kemauan. Ini terbukti pada sosok wanita asal Barito Kuala, Banja...
Video05 Desember 2022 19:10
VIDEO: Pertandingan Latto-latto di Soppeng, Dua Bocah Bertanding Sampai 4 Jam 47 Menit
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan 2 orang tengah bertanding bermain latto-latto untuk memperebutkan 1 unit sepeda. Juara 1 merupakan ...
Kriminal05 Desember 2022 18:30
Kasus Pembuangan Bayi Marak Terjadi, Tiga Bulan Terakhir Ada Enam Kasus
Kasus pembuangan bayi marak terjadi di Kota Makassar ...