SULSELSATU.com, MAKASSAR – Masih tingginya nilai tunggakan rekening air yang ada di PDAM Kabupaten Majene diakibatkan masih kurang kesadaran pelanggan dalam menyelesaikan pembayaran rekening air secara rutin.
Dasar inilah, PDAM Kabupaten Majene bersama Bupati Kabupaten Majene H. Andi Achmad Syukri berkunjung ke Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar.
Dirut PDAM Tirta Mandar Kabupaten Majene Arlin Aras menyampaikan, ada beberapa faktor yang menyulitkan dalam menagih tunggakan. Di antaranya kesadaran pelanggan, sumber air tanah yang masih baik dan geo politik apalagi menjelang pemilihan umum.
Baca Juga : Operasi Lutut Robotik Pertama di Indonesia Timur Kini Hadir di Siloam Hospitals Makassar
“Ini sangat sulit kami lakukan penagihan, di sisi lain kami harus menegakkan aturan, sementara di sisi lain kami juga harus kehilangan pelanggan yang pasti menurunkan coverage atau cakupan layanan,” kata Arlin.
Kata Arlin, kecenderungan pelanggan masih terus menunggak karena ada sumber air lain yang mereka miliki yaitu sumur dalam dan sumur bor.
“Jadi memang serba salah karena berdasarkan LHP BPKP disuruh kurangi tunggakan dan kalau ditutup berkurang lagi cakupan pelayanan kita,” sambungnya.
Baca Juga : Maju Pilketos SMA Bosowa Makassar, Muqaddimal Mukrimin Siapkan Visi Misi Kembangkan Potensi Siswa
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Beni Iskandar menyampaikan, memang harus ada penegakan aturan yang ketat.
“Kalau kami di PDAM Kota Makassar, tunggakan enam bulan ke atas pasti kami tutup. Yang masih ditolerir itu tunggakan sampai tiga bulan kami beri peringatan,” ujar Beni.
Semua direksi kata Beni, rutin setiap bulan menagih dan membaca meter bersama untuk melihat dan mendengar langsung keluhan pelanggan. Dan, untuk mempermudah akses pembayaran, PDAM menyediakan tempat pembayaran di semua platform sehingga tidak ada alasan untuk menunggak.
Baca Juga : Bertema Double One dan Double Impact, SMP Telkom Makassar Maknai Usia 11 Tahun Jadi Gerakan
“Yang memang mau diubah itu habbit atau kebiasaan pelanggan yang selalu menunggak jadi kita harus tegas,” tambahnya.
Sementara itu Bupati Kabupaten Majene H. Andi Achmad Syukri menyampaikan terima kasih kepada Dirut PDAM Kota Makassar yang menerima kedatangan dan menyampaikan strateginya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Direksi PDAM Kota Makassar karena sudah mau berbagi ilmu dan strategi,” kata Syukri.
Baca Juga : Lewat Kampanye Nasional A Sweet Affair, ARTOTEL Dine Gandeng Magnum Hadirkan Menu Spesial
Bupati Majene ini juga menyampaikan masih mencari formulasi yang paling tepat terkhusus masalah penagihan yang memang sangat sensitif di tahun politik sekarang ini.
“Agak susah memang kalau masalah begini karena kita juga sering ditelepon nomor sakti apalagi tim sukses,” ucapnya sambil berkelakar.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar