SULSELSATU.com, MAKASSAR – Maraknya keberadaan “pak ogah” di ruas-ruas jalan Kota Makassar tidak ada habisnya. Menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
Hampir semua di semua ruas U-turn dipenuhi pengatur jalan ilegal alias pak ogah.
Salah satu pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pak ogah sangat mengganggu dirinya jika ingin melakukan putaran di U-turn.
Baca Juga : Operasi Lutut Robotik Pertama di Indonesia Timur Kini Hadir di Siloam Hospitals Makassar
“Ini pak ogah mengganggu sekali, diami yang bikin macet biasa di putaran,” ucap salah satu pengguna jalan yang tidak ingin disebut namanya, Jumat (12/1/2024).
Sementara itu, pengamat transportasi Universitas Negeri Makassar (UNM) Qadriathi Daeng Bau mengatakan, penyebab banyaknya pak ogah di Makassar karena adanya peluang untuk mendapatkan pundi pundi Rupiah.
“Kalau pak ogah itu sudah dari dulu melakukan pengaturan, pak ogah itu satu karena mereka melihat ada peluang peluang lapangan kerja yang ada,” beber Qadriathi.
Baca Juga : Maju Pilketos SMA Bosowa Makassar, Muqaddimal Mukrimin Siapkan Visi Misi Kembangkan Potensi Siswa
Selain itu, lanjut Qadriathi, tidak adanya efek jerah setelah Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan penertiban.
“Tidak ada saya liat efek jera yang dilakukan kepada Pak Ogah karena ini terorganisir mereka ada di beberapa tempat di jalan-jalan di Makassar padahal itu tidak boleh dilakukan, karena memang tidak ada sanksi yang tegas untuk mereka,” tutur Qadriathi.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar