Logo Sulselsatu

Dua TPS di Kota Makassar Disebut Bakal Lakukan Pemungutan Suara Ulang

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 20 Februari 2024 09:13

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Foto: Istimewa
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Foto: Istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemungutan suara ulang atau PSU yang berpotensi dilakukan di Kota Makassar membuat Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto angkat bicara.

Pria yang akrab disapa Danny Pomanto itu mengaku merasa malu jika hal tersebut terjadi. Pasalnya, selama dirinya berkontestasi politik di Kota Makassar, hal tersebut belum pernah terjadi.

“Saya malu juga, baru kali ini ada PSU di Kota Makassar. Selama saya berpilkada, saya rasa-rasanya belum ada PSU di Kota Makassar,” ungkap Danny, Senin (19/2/2024).

Baca Juga : KMI 2026 di Makassar Bahas Royalti dan AI, Fadli Zon Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi

Kemungkinan PSU tersebut bakal dilakukan di TPS 02 Kelurahan Bulogading Kecamatan Ujung Pandang dan TPS 04 Kelurahan Baru Kecamatan Ujung Pandang.

Hal itu disebabkan kedua TPS tersebut diduga melanggar aturan pada Pasal 372 ayat (2) huruf d UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).

“Itu artinya ada sesuatu yang di luar kejadian yang sebenarnya, dan saya berfikir alhamadulillah cuma dua, yang saya dengar itu banyak yang protes,” tutur Danny.

Baca Juga : Makassar Jadi Pintu Distribusi Pangan, Munafri Dukung Pengendalian Inflasi Sulampua

Sebut saja proses Pemilu di Kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tamalate yang sempat tertunda lantaran adanya kesalahan pada kotak suara.

Adapula kejadian surat suara di daerah pemilihan (Dapil) 4 dan 5 yang diduga sudah dicoblos lebih dulu. Meski begitu, Pemilu tetap dilaksanakan pada hari yang sama.

Hanya saja, menurut Danny, hal ini tentu sangat merugikan para calon legislatif (caleg) yang berkompetisi.

Baca Juga : Pemkot Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026

“Tapi orang sudah tidak datang di TPS sehingga kantong-kantong suara teman teman caleg, ada yang incumbent. Ini baru cerita jadi perlu diklarifikasi karena di tempat kantong-kantong suara ini yang bermasalah,” jelas Danny.

Oleh karena itu, dirinya merasa perlu adanya koordinasi yang lebih baik untuk perbaikan penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut ke depannya.

Apalagi, rakyat akan dihadapkan pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada November 2024 mendatang.

Baca Juga : Pemkot Makassar Siapkan Beasiswa Siswa Kurang Mampu SD dan SMP

“Saya kira perlu lebih banyak komunikasi. Kan ada pilkada ke depan jadi perlu disempurnakan, perlu komunikasi dan koordinasi yang lebih baik lagi,” pungkas Danny.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...