Logo Sulselsatu

Program Desa BRILian BRI Berhasil Berdayakan 194 Desa di Sulsel

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 25 Maret 2024 16:34

Kepala Desa Nepo Muhammad Toaha bersama tim yang hadir dalam bincang Desa BRILian yang merupakan program dari BRI. Foto: Dokumen Desa Nepo.
Kepala Desa Nepo Muhammad Toaha bersama tim yang hadir dalam bincang Desa BRILian yang merupakan program dari BRI. Foto: Dokumen Desa Nepo.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Program pemberdayaan desa dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah banyak menyentuh desa-desa yang ada di SULSEL. Hingga awal 2024 ini, telah ada 194 Desa BRILian di Sulsel yang masuk daftar BRI.

Program pemberdayaan Desa BRILiaN telah berperan dalam mendorong peningkatan ekonomi desa di Indonesia. Program ini merupakan upaya yang dilakukan BRI untuk mendorong inovasi berkelanjutan bagi desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sejak dihadirkan pada 2020, Desa BRILian telah diikuti lebih dari 3.000 desa yang aktif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan.

Baca Juga : Konsisten Berdayakan UMKM Antar BRI Raih Penghargaan Pilar Sosial Katadata ESG Index Awards 2025

Khusus di BRI Regional Office (RO) Makassar, sudah ada 274 desa BRILian dari empat provinsi, yaitu Sulsel, Sulbar, Sultra, dan Maluku.

Terbaru, Desa BRILian yang telah direkomendasi dari BRI pada 2023 lalu adalah Desa Nepo di Kabupaten Barru dan Desa Paccelekang di Kabupaten Gowa.

Bahkan, Desa Nepo di Kabupaten Barru yang mengusung tema ‘Desa Wisata Kampung Habibie Kecil’ satu-satunya dari Sulsel yang berhasil masuk daftar 15 besar Nugraha Karya Desa BRILian 2023.

Baca Juga : Hadirkan Solusi Keuangan Lengkap untuk Pelaku Usaha, BRI Resmikan Regional Treasury Team Medan

Desa Nepo Kabupaten Barru dikenal dengan sebutan kampung Habibie kecil yang ditandai dengan adanya masjid yang dibangun pada masa Habibie. Di desa ini juga, ada tempat yang dulunya sering digunakan BJ Habibie sebagai tempat mandi-mandi.

Desa Wisata Bumi Nepo memiliki sumber daya alam dan budaya yang masih dipegang erat oleh masyarakat setempat. Di sana, masih kental budaya gotong royong, mappalili (ritual musyawarah sebelum turun sawah), dan Mappadendang (syukuran pesta panen).

Dari segi kuliner, Desa Nepo memiliki 7 macam kue atau Beppa pitung Rupa dalam bahasa daerah setempat. Kue ini banyak ditemui pada acara pernikahan adat Bugis khususnya di Desa Nepo seperti aqiqah, dan acara adat lainnya.

Baca Juga : Peringati Hari Sungai Sedunia, BRI Peduli Ajak Generasi Muda Jaga Ekosistem Sungai dan Peduli Lingkungan

Tujuh macam kue tersebut adalah Onde-Onde, Jompo-Jompo, Sawella, Barongko, Beppa Oto’, Putu Pesse’ dan Bandang-Bandang.

Kepala Desa Nepo Muhammad Toaha menjelaskan, BRI membantu inovasi dan pengembangan potensi desa yang dimiliki dan dapat mendukung ekonomi masyarakat.

“Perhatian BRI kepada masyarakat desa. Berbagai layanan BRI masuk di desa, seperti QRIS yang telah banyak dimanfaatkan masyarakat desa. Dibantu mengembangkan produk dari komoditas unggulan seperti madu hutan, bahkan sudah masuk dari Localoka BRI,” jelas Muhammad Toaha kepada Sulselsatu.com.

Baca Juga : Transaksi Digital BRI Tembus 99,1%, Bukti Nasabah Kian Nyaman Gunakan Layanan Online

Localoka dihadirkan sebagai agregator pemasaran produk kelompok usaha binaan BRI.

Ekonomi masyarakat terus meningkat dan cepat berputar dari usaha yang dibangun. Salah satu produk yang sangat dikenal adalah Madu Hutan yang sering dijadikan obat. Pembelinya bahkan sampai Aceh.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, program Desa BRILian merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung Pemerintah dalam meningkatkan ketahanan ekonomi dengan memberdayakan masyarakat pedesaan. Melakukan peningkatan kapasitas, pelatihan bisnis, literasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga : Dari Hobi Jadi Bisnis, Usaha Kopi Lokal Ini Semakin Bertumbuh dan Naik Kelas berkat Pendampingan BRI

“Melayani dan memberdayakan UMKM bukan hanya soal bisnis, tapi yang lebih penting lagi adalah menghadirkan kesejahteraan sosial. Semoga konsep seperti Desa BRILian ini tidak hanya dapat diimplementasikan di Indonesia, tapi juga di negara lainnya,” ujar Sunarso.

Objek pemberdayaan Desa BRILiaN sendiri meliputi perangkat desa (kepala desa), pengurus BUMDesa, Badan Permusyawaratan Desa, pelaku usaha desa, serta pegiat produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades).

Sunarso mengungkapkan, Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development dalam mengembangkan desa.

Hingga akhir tahun 2023 tercatat terdapat 3.178 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional28 Januari 2026 19:16
BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus menguat. Pada 2026 ini, ekonomi nasional diprakirakan tumbuh pada kisaran 4,9...
Ekonomi28 Januari 2026 18:43
Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
Sektor pasar modal di wilayah Sulampua terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dari sisi peningkatan partisipasi investor....
News28 Januari 2026 17:53
Cetak Prestasi Gemilang, Kalla Toyota Dinobatkan Jadi Role Model Company di KALLA Award 2025
KALLA kembali menggelar ajang penghargaan KALLA AWARD 2025, sebagai bentuk apresiasi tinggi bagi unit bisnis di bawah naungan KALLA....
Pendidikan28 Januari 2026 17:32
SD Islam Athirah 2 Gelar Trial Class, Diikuti 79 Anak TK
SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga sukses menggelar kegiatan Trial Class yang melibatkan siswa dari TK Amaliyah BLKI, TK Negeri Manggala, dan TK Islam At...