Logo Sulselsatu

Pj Sekda Sebut Pemkot Makassar Buat Master Ansit dalam Tangani Stunting

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 01 Juni 2024 19:28

PJ Sekda Kota Makassar Firman Hamid Pagarra. Foto: Istimewa.
PJ Sekda Kota Makassar Firman Hamid Pagarra. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pj Sekda Kota Makassar Firman Hamid Pagarra memaparkan hasil review kinerja aksi konvergensi percepatan dan penanganan stunting di Kota Makassar.

Review tersebut dipaparkan dihadapan tim penilai provinsi di Hotel Swiss-bellIn Panakukkang, Jumat (31/5/2023).

Hasilnya, Pemkot Makassar membuat master ansit dalam penentuan data seperti data tren keluarga beresiko stunting yaitu revalensi stunting Kota Makassar berdasarkan SKI dan E-PPGBM.

Baca Juga : Danny Pomanto Minta ICMI Ambil Peran Cerdaskan Anak Bangsa di Tengah Krisis Moral

Kemudian, melihat permasalahan yang ditemui di daerah beserta tindak lanjutnya, capaian dan target kinerja, sejumlah inovasi terkait percepatan penurunan stunting, serta tahapan penyusunan Ranperda Percepatan Penurunan Stunting dan rembuk stunting.

Firman mengatakan, master ansit merupakan instrument yang digunakan perhitungan dengan menggabungkan data stunting, prevelensi stunting, dan data cakupan layanan yang diperoleh dari OPD.

“Percepatan penurunan stunting di Kota Makassar sangat disikapi dengan serius. Dengan menerbitkan peraturan wali kota tentang percepatan penurunan stunting dan memberikan kepastian hukum yang dapat digunakan sebagai rujukan bagi OPDPeraturan Walikota Makassar Nomor : 96 Tahun 2023 Tentang Konvergensi Percepatan Pencegahan Dan Penurunan Stunting,” ucapnya.

Baca Juga : Haul ke-354 Sultan Hasanuddin, PJ Sekda Kota Makassar: Momentum Pelestarian Nilai Budaya

“Di awal itu kita matangkan data terkait keluarga beresiko stunting. Dari situ kita tarik agar bisa mengambil keputusan sehingga menghasilkan solusi. Bisa dilihat Angka prevelensi stunting berdasarkan EPPBGM tejadi penurunan dari angka 4,07 persen (2022) ke 3,14 pada tahun 2023,” sambungnya.

Firman mengungkapkan dukungan Pemkot Makassar terhadap penurunan stunting tidak sampai disitu.

Aksi nyatanya terekam pada hari senin 12 Maret 2023 lalu disepakati lokus 2023 sebanyak 19 lokus kelurahan dengan item jumlah anak stunting di setiap kelurahan, Prevelensi Stunting, jumlah keluarga beresiko stunting dan cakupan layanan intervensi.

Baca Juga : Perpustakaan Umum Panakkukang Jadi Destinasi Baru di Longwis Budaya Paropo

Dukungan ini pula terlihat dalam penyusunan rencana kegiatan sebagai tindak lanjut pemerintah kota Makassar dalam merealisasikan hasil rekomendasi dari analisis situasi diwujudkan dalam bentuk penganggaran dalam APBD dan Dana Kelurahan.

“Masyarakat juga membantu pemerintah dalam memfasilitasi, merencanakan, melaksanakan dan mengawasi kegiatan Pembangunan sumber daya manusia di desa/kelurahan yang terdiri dari Tim pendamping keluarga (TPK), Kader Pembangunan Manusia (KPM), posyandu dan PKK,” sebutnya.

Adapun jenis pembinaan dalam penurunan stunting, Pelatihan konseling pemberian makanan pada Bayi dan Anak (PMBA), melakukan pelatihan bagi kader TPK terkait pendampingan bagi keluarga yang miliki balita, ibu hamil, ibu menyusui dan calon pengantin.

Baca Juga : DLH Mendapat Banyak Keluhan dari Masyarakat di SP4N Lapor Selama Mei 2024

Ia berharap program-program yang tengah dijalankan oleh jajaran Pemerintah Makassar dapat menbuahkan hasil yang lebih lagi sebagai upaya meningkatkan konvergensi intervensi gizi kedepannya.

Karena, penilaian ini merupakan komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting dan juga sebagai tindak lanjut pelaksanaan amanat dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Saya harap dengan kegiatan ini kami semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja dalam upaya konvergensi intervensi, dan terciptanya koordinasi dan sinkronisasi serta keterpaduan program kegiatan penanganan stunting yang valid.

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Zudan Apresiasi Danny Pomanto Berhasil Tekan Inflasi Makassar

Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Prov. Sulsel, H. Abdul Malik Faisal mengatakan menurut data survei kesehatan indonesia 2023 angka prevalensi stunting di provinsi Sulsel masih berada di tingkat yang cukup tinggi yakni sebesar 27,4 persen dibandingkan 2022 sebesar 27,2 persen mengalami kenaikan 0,02 persen.

“Hal ini tentu menjadi perhatian yang serius untuk kita semua, oleh karena itu diperlukan upaya yang konfrehensif, terkoordinasi dan berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di provinsi kita,” pungkas Abdul Malik.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan12 Juni 2024 22:51
Ramah Tama FIP UNM, Rektor UNM: Hidup itu Untuk Memberi Kontribusi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar ramah tamah Wisuda periode Juni ...
Politik12 Juni 2024 22:21
Dinilai Bebas KKN, Milenial 445 Dukung Sudirman Sulaiman Maju Pilgub Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dukungan untuk Andi Sudirman Sulaiman maju pada pentas Pemilihan Gubernur (Pilgib) Sulsel mulai bermunculan, terbaru ...
Pendidikan12 Juni 2024 21:58
Danny Pomanto Minta ICMI Ambil Peran Cerdaskan Anak Bangsa di Tengah Krisis Moral
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengambil peran mencerdaskan anak bangsa di tengah krisis...
Video12 Juni 2024 20:40
VIDEO: Penyerang Timnas Indonesia Beri Hadiah Sepatu kepada Seorang Supporter
SULSELSATU.com – Seorang supporter mendapatkan sepatu dari penyerang timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen. Ragnar memberikan sepatunya kepada fa...