Logo Sulselsatu

Server PDNS Diretas, Guru Besar IT: Tidak Ada Sistem yang Dijamin Keamanannya

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 27 Juni 2024 17:04

Ilustrasi serangan siber. Foto: Istimewa.
Ilustrasi serangan siber. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, JAKARTA – Server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengalami serangan siber Ransomware sejak Kamis (20/06/2024).

Akibatnya, serves menjadi down dan mengganggu layanan publik di berbagai instansi yang terjadi hingga kini.

Menanggapi hal ini, Guru Besar bidang Information Teknologi (IT) Prof Marsudi Wahyudi Kisworo mengatakan, di dunia keamanan komputer tidak ada sistem yang dijamin keamanannya. Namun ia mengingatkan pentingnya security awareness culture.

Baca Juga : TelkomGroup Dukung PP TUNAS, Perkuat Ruang Digital Aman bagi Anak

“Dalam dunia keamanan komputer, di dunia ini tidak ada sistem yang dijamin pasti aman, yang ada adalah sistem yang sudah diretas dan sistem yang belum diretas. Di negara-negara maju pun konon setiap 3-5 detik terjadi percobaan peretasan,” ujar Prof Marsudi dalam keterangannya, Rabu (26/6/2024).

Hal itu, lanjutnya, sama saja dengan sebuah rumah. Secanggih apapun pengamanan rumah, tidak ada yang mau menjamin bahwa rumah seseorang tidak akan kemalingan, kerampokan, atau kejatuhan meteor.

“Makanya dalam keamanan, yang paling penting adalah security awareness culture alias budaya berhati-hati,” ungkapnya.

Baca Juga : Telkom dan PGN Kolaborasi Kembangkan Infrastruktur Digital Ramah Lingkungan

Selain itu, Guru Besar pertama di bidang IT di Indonesia ini menegaskan bahwa di jagat pengamanan komputer, harus selalu mematuhi tata kelola keamanan (security governance) yang baik.

“Misalnya menerapkan berbagai standar keamanan komputer yang ada, dapat mengurangi kemungkinan terjadinya pelanggaran keamanan, paling tidak mengurangi dampak jika terjadi pelanggaran keamanan. Sama kan dengan pengamanan fisik seperti mengamankan rumah atau mobil,” paparnya.

“Security governance meliputi analisa risiko apa saja yang bisa terjadi, meliputi skenario pelanggaran keamanan, aktor, probabilitas, dan dampaknya,” sambungnya.

Baca Juga : Telkom Buka Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions untuk Mahasiswa

Kemudian ia melanjutkan, dilakukan penanganan risiko mulai dari peralatan misalnya untuk deter, defend, dan detect, sampai ke prosedur yang harus dijalankan ketika terjadi pelanggaran keamanan misalnya peosedur tanggap darurat sampai ke pemulihan.

Rektor Universitas Pancasila ini juga memaparkan, lembaga-lembaga yang bonafide pasti punya security plan yang komprehensif, bahkan mungkin mengikuti standar-standar yang lazim.

“Kalau melihat kejadian dengan PDN, dan beberapa kasus sebelumnya yang pernah saya tangani, tidak adanya security plan yang baik itulah penyebab ketika terjadi pelanggaran maka tidak dapat ditangani dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga : TelkomGroup Rampungkan Infrastruktur di Sumatra, Jaringan dan Layanan Digital Kembali Normal

Prof Marsudi yang juga Dewan Pengarah BRIN ini mencontohkan, yang paling sering terjadi adalah tidak adanya skenario ketika terjadi peretasan dan tidak punya disaster recovery plan bahkan tidak punya business continuity plan.

“Jangankan itu, banyak lembaga baik pemerintah maupun swasta di Indonesia, cyber risk assessment saja nggak punya, baru kelabakan ketika sudah dijebol,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video29 April 2026 23:33
VIDEO: Prabowo Bantah Isu Indonesia Gelap, Sarankan yang Ingin Kabur Pindah ke Yaman
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menanggapi pihak yang menyebut Indonesia gelap dengan tegas. Prabowo mengatakan orang yang berkoar te...
Video29 April 2026 20:28
VIDEO: Prabowo Targetkan Perbaikan 70 Ribu Sekolah pada 2026
SULSELSATU.com – Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan perbaikan 70 ribu sekolah pada 2026. Hal itu disampaikan saat meninjau renovasi SMAN 1 Cil...
Bisnis29 April 2026 20:19
PT Vale Catat Laba US$43,6 Juta Triwulan Pertama 2026, Produksi Nikel 13.620 Ton
PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja keuangan yang solid pada triwulan pertama 2026 meski produksi dan pengiriman nikel matte mengalami penurunan di...
Makassar29 April 2026 20:14
Sekda Makassar Minta KORPRI Aktif Dukung Pengelolaan Sampah dan Smart City
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan pentingnya profesi...