Logo Sulselsatu

Prevalensi Stunting di Makassar Meningkat 7,2 Persen

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Kamis, 12 September 2024 19:27

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Angka prevalensi stunting di Kota Makassar menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam setahun terakhir. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Kota Makassar meningkat dari 18,04% menjadi 25,6%.

Pemerintah Kota Makassar menyadari bahwa kenaikan ini merupakan tantangan besar yang perlu segera diatasi. Pemkot menargetkan penurunan angka stunting hingga mencapai 14%, sesuai dengan target nasional untuk memperbaiki status gizi anak di Indonesia.

“Angka prevalensi stunting Kota Makassar mengalami kenaikan dari 18,04% menjadi 25,6% atau meningkat 7,2%. Hal ini tentunya menjadi tantangan dan tugas berat bagi kita semua untuk menurunkannya menjadi 14%,” ujar Pj Sekretaris Daerah Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, saat membuka rapat koordinasi pemantauan dan evaluasi percepatan penurunan stunting di Balai Kota Makassar, Kamis, (12/9/2024).

Baca Juga : Pemkot Makassar Komitmen Tekan Angka Penurunan Stunting

Sebagai upaya konkret, survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 akan dimulai pada bulan September mendatang. Survei ini akan menjadi salah satu indikator utama untuk menilai kondisi gizi masyarakat, terutama dalam hal stunting di Kota Makassar.

“Pelaksanaan SSGI 2024 akan segera dimulai, dan stunting menjadi salah satu indikator utama yang diukur. Karenanya, diperlukan aksi nyata yang lebih konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas, khususnya di tingkat keluarga,” lanjut Firman.

Selain itu, pemerintah juga akan memfokuskan intervensi pada keluarga dengan anak dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (seribu HPK). Langkah ini dinilai penting karena masa tersebut merupakan periode krusial dalam mencegah stunting, dan intervensi di kelurahan-kelurahan prioritas akan diperkuat.

Baca Juga : Danny Pomanto Target Tahun 2024 Makassar Zero Stunting

“Seluruh intervensi harus difokuskan pada penguatan kelurahan prioritas dan keluarga 1000 Hari Pertama Kehidupan,” tegasnya.

Survei SSGI 2024 ini akan mencakup 71 kelurahan di 15 kecamatan di Kota Makassar. Wilayah-wilayah tersebut akan menjadi representasi untuk menilai prevalensi stunting secara keseluruhan.

“Kolaborasi yang baik sangat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan survei ini, agar penilaian prevalensi stunting di Kota Makassar bisa akurat dan dapat menjadi dasar perencanaan kebijakan,” pungkas Firman. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Mei 2026 22:33
VIDEO: Aksi Demo di Flyover Makassar, Tolak Komersialisasi Pendidikan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, turun ke jalan memperingati Hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 2...
Sulsel02 Mei 2026 22:29
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menunjukkan komitmen dan perhatian serius Pemerintah Kota Parepare terhadap para p...
Nasional02 Mei 2026 19:50
OJK Tekankan Peran Human Firewall Hadapi Ancaman Siber di Sektor Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...
Video02 Mei 2026 19:49
VIDEO: Prabowo Tanyakan Manfaat MBG ke Buruh saat May Day di Monas
SULSELSATU.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung program MBG saat peringatan May Day. Pernyataan itu disampaikan di kawasan Monumen Nasiona...