Logo Sulselsatu

Janji Mobil Listrik Murah Berujung Penipuan, Korban: Uang Kami Hilang, Tak Ada Pihak Bisa Dihubungi

Redaksi
Redaksi

Rabu, 16 April 2025 17:15

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Skema penipuan baru mengatasnamakan program Brand Ambassador mobil listrik terbaru mencuat di tengah masyarakat, setelah ratusan orang mengaku tertipu dengan iming-iming diskon fantastis hingga 60 persen dari harga mobil.

Salah satu korban, Harminata Sari dalam keterangannya ke media mengatakan bahwa ia tergiur dengan penawaran membeli mobil listrik seharga Rp35 juta, jauh di bawah harga pasar sebesar Rp90 juta, dengan syarat menjadi Brand Ambassador.

“Kami diminta mengikuti acara launching, seminar, dan touring satu kali dalam enam bulan, lalu unit mobil akan dikirim maksimal 180 hari kerja,” ungkap Harminata, sambil menunjukkan tanda terima berkop PT. Satria Motor Indonesia bernomor 050 BA KUPER USB pada Rabu (16/4/2025).

Baca Juga : Ditetapkan Tersangka, Penasehat Hukum Korban Minta Polisi Segera Tahan Oknum Guru Penganiaya Murid di Jeneponto.

Harminata mengaku percaya karena, program ini dikemas secara resmi lengkap dengan surat pernyataan, stempel, hingga kewajiban tertulis.

Meski begitu, beberapa poin dalam perjanjian justru terkesan janggal dan memberatkan. Misalnya, “Apabila tidak disertakan surat pernyataan tertulis maka Partisipan Brand Ambassador akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp5.000.000,- dalam setiap acara yang diselenggarakan oleh PT. Satria Motor Indonesia.”

Selain itu, partisipan juga dilarang melepas stiker perusahaan di unit hadiah, dan tidak boleh menjual atau memindahtangankan unit selama enam bulan.

Baca Juga : 20 Motor Berknalpot Brong di Manggala Makassar Disita Polisi

“Ini seperti skema kontrol total terhadap peserta. Bahkan uang administrasi tidak bisa dikembalikan dengan alasan apapun,” ujar Harminata.

Yang lebih mencengangkan, Ia menyebut, setidaknya telah tercatat 236 nomor kuitansi berbeda, yang mengindikasikan jumlah korban mencapai ratusan orang. Bukti transfer ke rekening pribadi pengelola program pun tersebar di kalangan korban, memperkuat dugaan adanya penipuan sistematis. Apalagi, hingga kini waktu menunggu mobil telah masuk masa tenggang.

“Kami hanya ingin kejelasan. Waktu tunggu katanya paling lambat 7 Juni 2024, tapi sampai sekarang mobil tak kunjung datang dan tidak ada satupun pihak perusahaan bisa dihubungi,” kata Harminata, geram.

Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Tersangka Korupsi PBG Tak Ditahan Karena Dianggap Kooperatif

Saat ini, para korban berencana untuk melapor ke pihak kepolisian dan menuntut pertanggungjawaban hukum. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran harga miring, apalagi jika tidak disertai kejelasan legalitas dan proses distribusi.

“Jangan sampai nama besar mobil listrik dijadikan kedok untuk menjerat masyarakat dalam skema penipuan berkedok program promosi,” tegas Harminata.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis04 November 2026 08:28
Tiket Kapal PELNI Diskon 30 Persen Saat Nataru
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memberikan diskon tarif tiket kapal penumpang sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi selama periode Natal 2026 ...
Bisnis03 November 2026 20:09
Kalla Beton Perluas Kolaborasi Industri Infrastruktur di Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16
Kalla Beton memperkuat jejaring dengan pelaku industri infrastruktur melalui partisipasi dalam Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-16 yang dise...
Politik03 November 2026 20:00
Irmawati Haeruddin Pastikan PAN Sulsel Siap Hadapi Berbagai Skenario Pemilu 2029
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan sudah menyiapkan infrastruktur partai untuk pemilu yang akan digelar du...
News03 November 2026 19:24
PLN UIP Sulawesi Amankan 98 Persil Aset Tanah di Sultra
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menerima 44 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) untuk 98 persil aset tanah yang tersebar di lim...