Logo Sulselsatu

Perkuat Internasionalisasi, Unismuh Gandeng Universiti Muhammadiyah Malaysia untuk Penulisan Jurnal Internasional

Asrul
Asrul

Selasa, 22 April 2025 21:26

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) terus memperluas kontribusinya dalam penguatan kapasitas akademik calon mahasiswa doktoral melalui program “Pre-PhD Coaching dan Pelatihan Publikasi Jurnal Internasional” yang digelar di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, 22–23 April 2025.

Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pendampingan akademik intensif bagi para kandidat PhD, sekaligus memperkenalkan metodologi penulisan ilmiah yang sesuai dengan standar publikasi internasional.

Sebanyak 60 peserta yang merupakan calon mahasiswa PhD di UMAM turut ambil bagian dalam program ini. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan mitra di Indonesia, di antaranya: Unismuh Makassar, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Enrekang.

Baca Juga : Ikuti Penguatan Kapasitas Bahasa Inggris, 75 Dosen Muda di Garis Depan Internasionalisasi Unismuh

Universitas Muhammadiyah Barru, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Sinjai, IAIM Sinjai, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Hasanuddin, Universitas Lancang Kuning, Politeknik Unisma Malang, serta STKIP Gotong Royong Masohi.

Acara ini menghadirkan narasumber utama dari UMAM: Prof. Emeritus Dr. Rushaimi Zien Yusoff dan Assoc. Prof. Dr. Dwi Santoso, Ph.D. Keduanya membawakan materi terkait penyusunan proposal disertasi, strategi publikasi jurnal internasional, hingga kiat menghadapi proses editorial di jurnal bereputasi.

Ketua Panitia, yang juga Wakil Rektor I Unismuh Makassar Prof Andi Sukri Syamsuri mengungkapkan bahwa program ini sejalan dengan visi internasionalisasi Unismuh menuju kampus riset yang bereputasi global.

Baca Juga : Unismuh Makassar Jadi Saksi Komitmen Integritas Beasiswa KIP Kuliah

Momentum akademik ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring kelembagaan antarperguruan tinggi Muhammadiyah. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Unismuh Makassar dengan UMAM, serta antara Unismuh Makassar dan Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

Unismuh juga berperan sebagai fasilitator penandatanganan kerja sama antara UMAM dengan Universitas Muhammadiyah Gorontalo serta Universitas Muhammadiyah Sinjai, sebagai bagian dari upaya mempererat kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya dosen.

Dalam sambutannya, Rektor Unismuh Makassar Dr Abd Rakhim Nanda menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kapasitas akademik dosen-dosen muda di lingkungan Muhammadiyah.

Baca Juga : Milad ke-62, Unismuh Makassar Mantapkan Diri Menuju Kampus Islam Berdaya Saing Global

Universitas Muhammadiyah Makassar hanya berperan sebagai tuan rumah. Untuk pertanyaan teknis mengenai perkuliahan, mekanisme pendaftaran, dan proses akademik lainnya, kami persilakan langsung kepada pihak UMAM,” ujar Rektor.

Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dosen Unismuh dalam program ini merupakan langkah strategis yang patut didorong dan difasilitasi secara maksimal.

Salah satu hal yang menjadi penekanan Rektor adalah pentingnya kejelasan arah dan tujuan akademik bagi para peserta. Ia mengingatkan agar proses meraih gelar doktor bukan hanya sebatas formalitas, melainkan harus ditopang oleh niat yang jelas dan konsisten dalam pengabdian keilmuan.

Baca Juga : Orasi Ilmiah di Milad Unismuh ke-62, Rektor Unhas Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis Inovasi dan Nilai Islam

“Kalau cita-cita kita jelas, maka doa dan upaya kita pun akan lebih terarah. Maka pastikan sejak dini, untuk apa dan kemana gelar PhD itu akan diarahkan,” ujarnya seraya menutup sambutan dengan harapan agar kegiatan ini menghasilkan manfaat konkret bagi pengembangan mutu dosen dan institusi.

Sementara itu, Perwakilan Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Dwi Santoso, Ph.D., menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat yang diberikan Universitas Muhammadiyah Makassar dalam penyelenggaraan Pre-PhD Coaching.

Dalam sambutannya, Dwi Santoso juga mengungkapkan bahwa program kali ini diikuti oleh jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah pelatihan, yakni mencapai 60 orang dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulawesi.

Baca Juga : Workshop Penulisan Ilmiah, Unismuh Makassar Dorong Dosen Raih Guru Besar

“Kami merasa sangat terhormat bisa berada di Makassar dan melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta. Ini adalah jumlah peserta terbanyak yang pernah kami tangani,” ujar Dwi di hadapan para peserta dan pimpinan perguruan tinggi.

Sejumlah kampus yang mengirimkan delegasinya antara lain Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Sinjai, Universitas Muhammadiyah Buton, hingga STKIP Muhammadiyah Bone dan Majene. Dalam suasana penuh kehangatan, Dwi juga menyampaikan harapannya agar para peserta dapat mengikuti seluruh sesi secara tuntas dan mampu merancang proposal riset doktoralnya dalam dua hari pelatihan.

“Apakah mungkin membuat proposal dalam dua hari? Insya Allah, tidak ada yang tidak mungkin. Kami hadir untuk membantu,” ujarnya seraya memperkenalkan Prof. Rusaimi dan tim dari UMAM yang akan mendampingi para peserta selama pelatihan berlangsung.

Lebih jauh, Dwi Santoso menjelaskan bahwa UMAM saat ini membuka kuota 250 beasiswa penuh untuk program doktoral, termasuk pembebasan biaya kuliah selama tiga tahun. Beasiswa ini merupakan hasil kerja sama antara UMAM dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dengan dukungan dari Ketua PP Muhammadiyah Prof. Irwan Akib.

Hingga pertengahan April 2025, tercatat 87 peserta telah melengkapi seluruh dokumen pendaftaran, sementara 102 lainnya tengah dalam proses finalisasi.

“Bagi Bapak-Ibu yang ingin mendapatkan beasiswa, jangan tunda. Segera daftar melalui online admission UMAM setelah pelatihan ini selesai. Kuota tersisa sangat terbatas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi juga menyampaikan kabar gembira terkait kebijakan terbaru dari Malaysian Qualifications Agency (MQA), yang menghapus kewajiban penguasaan bahasa Inggris sebagai syarat masuk program doktoral. Mahasiswa kini diperbolehkan menulis disertasi dalam bahasa Melayu, langkah yang diambil setelah UMAM mengajukan keberatan atas hambatan linguistik yang dihadapi pelamar dari Indonesia.

“Selama ini, bahasa Inggris menjadi penghalang besar bagi banyak dosen di Indonesia. Kini, dengan kebijakan baru ini, kami harap lebih banyak yang bisa melanjutkan studi,” tambahnya.

Sebagai penutup, Dwi Santoso menekankan bahwa sertifikat Pre-PhD Coaching akan menjadi salah satu syarat utama untuk memperoleh beasiswa. Oleh karena itu, kehadiran penuh selama seluruh rangkaian pelatihan menjadi mutlak.

“Beasiswa ini tidak datang setiap saat. Jadi manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...