SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) mencatatkan sejarah baru dengan masuk dalam jajaran 1.000 perguruan tinggi terbaik dunia versi QS World University Rankings (QS WUR) 2026, dua tahun lebih cepat dari target awal yang dicanangkan.
Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi Unhas, yang tak lepas dari kerja kolektif seluruh elemen kampus.
Sekretaris Universitas, Prof Dr Sumbangan Baja, yang turut membidani langkah-langkah strategis reputasi global melalui Direktorat Reputasi dan Internasionalisasi, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi menyeluruh.
“Ini bukan kerja satu unit, melainkan hasil gotong royong seluruh komponen universitas, mulai dari rektorat, lembaga, fakultas, hingga program studi. Semua bergerak di bawah komando Rektor untuk memperkuat positioning Unhas di kancah global,” ungkap Prof. Sumbangan.
Menurutnya, percepatan dua tahun dari target merupakan kejutan positif yang mengindikasikan bahwa arah kebijakan penguatan reputasi berada di jalur yang tepat. Strategi yang diterapkan telah terbukti efektif, termasuk penguatan data alumni yang berkontribusi signifikan terhadap indikator employer reputation.
Namun demikian, Prof. Sumbangan menegaskan bahwa perjalanan belum selesai. Masih ada tiga indikator yang perlu ditingkatkan secara serius: international research network, international faculty, dan international students. Untuk itu, Unhas tengah mendorong kolaborasi riset jangka panjang dan memperluas jejaring akademik internasional.
Baca Juga : Unhas Gelar Kuliah Umum Bersama Menteri Bappenas Bahas Arah Pembangunan Nasional 2025–2045
“Melalui program Thematic Research Group (TRG), kami memastikan penerima hibah menjalin kerja sama riset lintas negara. Ini menjadi jalan masuk bagi dosen dan peneliti asing untuk terlibat aktif di Unhas,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang mendukung dan inklusif, agar tenaga pendidik dan mahasiswa internasional merasa nyaman untuk tinggal dan berkontribusi di Unhas.
Meski peringkat global telah diraih, Prof. Sumbangan menekankan bahwa status sebagai World Class University bukan semata soal ranking, tetapi harus mencerminkan nilai kemanfaatan dan kontribusi nyata untuk masyarakat.
Baca Juga : JK Ajak Lulusan Baru Jadi Pencipta Kerja: Jangan Semua Ke Kota, Bangun Desa!
“Unhas harus menjadi Humaniversity—universitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga peduli terhadap kemaslahatan umat. Peringkat hanyalah sarana, bukan tujuan akhir,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika dan alumni untuk terus memperkuat komitmen menjaga nama baik Unhas di level internasional. “Kita sudah sampai di titik ini berkat kerja bersama. Sekarang saatnya kita menjaga dan melampaui capaian ini demi kemajuan pendidikan Indonesia,” tutupnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar