Logo Sulselsatu

Taufan Pawe Desak Pemerintah Beri Jaminan Pensiun bagi PPPK: Jangan Ada Diskriminasi dengan PNS

Asrul
Asrul

Selasa, 01 Juli 2025 11:36

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Taufan Pawe, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya terkait jaminan pensiun dan hari tua.

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah memberikan perlakuan yang setara antara PPPK dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hal itu disampaikan Taufan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian PAN-RB, BKN, Kemendagri, serta para kepala daerah dari seluruh Indonesia secara daring pada Senin, 30 Juni 2025.

Baca Juga : Kasus Korupsi Dinkes Parepare, Polda Periksa Anggota DPR RI Taufan Pawe

“Saya minta perhatian serius, Bu Menteri. PPPK juga adalah ASN. Harus ada skema jaminan hari tua atau dana pensiun yang jelas bagi mereka,” tegas Taufan dalam forum tersebut.

Ia menilai, keberadaan PPPK yang jumlahnya terus meningkat tidak boleh diabaikan dalam hal perlindungan kesejahteraan jangka panjang. Menurutnya, sistem ASN yang adil adalah sistem yang menjamin hak pensiun bagi semua unsur di dalamnya.

Selain isu jaminan pensiun, Wali Kota Parepare dua periode itu juga memberikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang telah menyelesaikan 72 persen proses administrasi untuk CPNS dan 28 persen untuk PPPK.

Baca Juga : Hadiri RDP di DPRD Makassar, Taufan Pawe Minta RSIA Paramount Ditutup Permanen Usai Cucunya Meninggal

Ia mendorong agar penyelesaian penerbitan SK CPNS dapat dituntaskan pada Juli 2025, sementara PPPK ditargetkan rampung paling lambat Oktober.

“Ini harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya menyelesaikan PPPK tahap pertama tapi juga tahap kedua. Semua hak ASN harus dipenuhi secara tuntas,” ujarnya.

Taufan juga menyerukan kepada para kepala daerah sebagai pembina kepegawaian agar proaktif menyelesaikan proses administrasi ASN di daerah masing-masing. Ia mengingatkan bahwa keterlambatan birokrasi di tingkat daerah dapat menghambat hak-hak ASN.

Baca Juga : Kuasa Hukum Minta Polda Sulsel Turun Tangan Usut Kasus Bayi Meninggal di RS Paramount

“Jangan sampai yang menjadi korban adalah ASN kita sendiri. Kita ingin sistem kepegawaian yang adil, cepat, dan berpihak,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...
News04 November 2026 20:41
Pegadaian Ambon Raih Tiga Penghargaan CSR 2026
PT Pegadaian (Persero) Area Ambon meraih tiga penghargaan Winner Top CSR Award 2026 dari Pemerintah Kota Ambon....