SULSELSATU.com MAKASSAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menegaskan proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025 akan berlangsung secara transparan.
Disdik Kota Makassar komitmen akan hilangkan praktik percaloan, titipan, maupun “jalur legend” yang selama ini menjadi sorotan publik.
Kepala Disdik Makassar Achi Soleman memastikan, seluruh tahapan penerimaan telah dirancang secara digital dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat.
Baca Juga : Operasi Lutut Robotik Pertama di Indonesia Timur Kini Hadir di Siloam Hospitals Makassar
“Kami ingin tegaskan bahwa tidak ada jalur calo, tidak ada jalur bayar-bayar, tidak ada jalur belakang, apalagi yang disebut-sebut sebagai ‘jalur legend’. Mohon maaf, kami menyatakan secara tegas, semua proses harus mengikuti mekanisme resmi yang sudah ditentukan,” ujar Achi, Rabu (2/7/2025).
Achi menyampaikan, sistem pendaftaran digital yang digunakan telah dilengkapi dengan akses terbuka dan barcode layanan.
Barcode ini dapat dipindai dari sekolah atau kantor Disdik, dan langsung mengarahkan masyarakat ke laman resmi pendaftaran.
Baca Juga : Maju Pilketos SMA Bosowa Makassar, Muqaddimal Mukrimin Siapkan Visi Misi Kembangkan Potensi Siswa
“Cukup scan barcode-nya, masyarakat sudah langsung terhubung ke portal penerimaan SPMB. Bisa dari mana saja, kapan saja. Tidak perlu perantara atau orang dalam,” jelasnya.
Disdik juga menyediakan informasi lengkap terkait tahapan dan pengumuman pendaftaran baik untuk tingkat SD maupun SMP melalui tautan resmi yang dapat diakses publik secara real-time.
“Kami berharap semua orang tua mengakses langsung melalui link resmi yang sudah kami sediakan,” tambah Achi.
Baca Juga : Bertema Double One dan Double Impact, SMP Telkom Makassar Maknai Usia 11 Tahun Jadi Gerakan
Menanggapi kekhawatiran warga soal potensi praktik titip-menitip, Achi menegaskan pihaknya membuka kanal pengaduan digital yang bisa diakses 24 jam. Setiap laporan, kata dia, akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“Kalau memang ada laporan dari lapangan, tentu akan kami tindak lanjuti. Itu komitmen kami. Kami tidak akan diam jika ada yang mencoba menyalahgunakan sistem ini,” tegasnya.
Achi juga mengimbau masyarakat untuk tidak tergoda dengan tawaran dari pihak tidak bertanggung jawab yang mengaku bisa meloloskan siswa lewat jalur belakang.
Baca Juga : Lewat Kampanye Nasional A Sweet Affair, ARTOTEL Dine Gandeng Magnum Hadirkan Menu Spesial
“Kalau ada yang menawarkan jalur khusus, itu sudah pasti penipuan. Kami tidak akan mentolerir praktik kotor seperti itu,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar