SULSELSATU.com, MAKASSAR – Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan terus mengintensifkan penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan (GTK) melalui dua program strategis: Training of Trainers (ToT) Relawan Anti Narkoba dan GTK Andalan Academy.
Sebanyak 563 GTK dari berbagai daerah di Sulsel telah dinyatakan tersertifikasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai relawan anti narkoba.
Sertifikasi ini merupakan hasil dari pelatihan intensif yang digelar beberapa waktu lalu, sebagai bentuk komitmen Disdik Sulsel dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.
Baca Juga : RHIBS Resmi Dibuka di Maros, Sekolah Tahfidz Berorientasi Nasional dan Internasional
Selanjutnya, perhatian tertuju pada program GTK Andalan Academy yang digelar pada 7–12 Juli 2025. Program ini melibatkan sebanyak 8.125 GTK dari jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Selatan.
Pelaksana Tugas Kabid GTK Disdik Sulsel, Anshar Syukur, menjelaskan bahwa GTK Andalan Academy dirancang untuk memperkuat kapasitas profesional GTK, sekaligus membentuk karakter pendidik yang tangguh, adaptif, dan inspiratif.
“GTK Andalan Academy adalah langkah konkret untuk mencetak guru-guru yang tidak hanya andal dalam mengajar, tetapi juga berkarakter, religius, dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Anshar.
Baca Juga : Mubes IKA Unhas 2026 Tak Gunakan Dana Pribadi Andi Amran Sulaiman
Salah satu agenda unggulan dalam pelatihan tersebut adalah tahsin Al-Qur’an, sebagai bagian dari penguatan spiritual GTK. Program ini sejalan dengan instruksi Gubernur Sulsel terkait gerakan hafalan juz 30 bagi tenaga pendidik.
“Kompetensi tanpa karakter akan timpang. Karena itu, aspek spiritual seperti tahsin menjadi elemen penting dalam pembangunan kualitas guru,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, memberikan apresiasi atas gerakan massif peningkatan kualitas GTK ini. Ia menyebut, keberhasilan transformasi pendidikan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Baca Juga : Ramli Rahim Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Mubes IKA Unhas Tahun 2026
“Kita tidak hanya ingin mencetak guru yang cakap secara akademik, tetapi juga menjadi panutan moral, sosial, dan spiritual bagi siswa. Inilah esensi transformasi pendidikan yang sedang kita dorong,” tegasnya.
Dengan mengintegrasikan pelatihan relawan anti narkoba dan penguatan spiritual dalam GTK Andalan Academy, Dinas Pendidikan Sulsel menegaskan komitmennya dalam mencetak GTK yang profesional, melek digital, religius, dan berintegritas tinggi.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membentengi generasi muda Sulsel dari ancaman narkoba, krisis moral, dan rendahnya literasi karakter di era digital.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar