Logo Sulselsatu

Rektor Atma Jaya Diseret Saat Rapat, Polrestabes Makassar Tindak Tegas Tiga Pelaku

Redaksi
Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 17:07

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar resmi menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan tindak kekerasan terhadap Rektor Universitas Atma Jaya Makassar, Dr. Wihalminus Sombo Layuk. Salah satu tersangka berinisial MH, diketahui sebagai oknum pengacara yang diduga menyeret rektor saat rapat senat kampus berlangsung pada Maret lalu.

Penetapan status tersangka terhadap MH dan dua orang lainnya—S alias Daeng Bella dan S, yang merupakan anggota satuan pengamanan kampus—terungkap melalui Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) nomor: 199.4/VII/RES/1.24/2025/Reskrim, yang dikirim ke Kejaksaan Negeri Makassar.

Dugaan tindak pidana ini mengacu pada Pasal 335 ayat (1) jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang perbuatan memaksa dengan kekerasan. Kasus ini bermula pada Rabu, 19 Maret 2025, sekitar pukul 10.30 WITA, di lantai 3 gedung rektorat Universitas Atma Jaya, Jalan Tanjung Alang, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Baca Juga : Korban Pencurian Helm di Makassar Kecewa Laporan Mandek di Polsek Panakkukang

Menurut keterangan saksi dan dokumen penyidikan, insiden terjadi saat Dr. Wihalminus memimpin rapat senat, forum tertinggi dalam struktur akademik universitas. MH diduga menerobos masuk ruangan rapat dengan nada tinggi, menunjukkan surat yang menyatakan bahwa sang rektor telah diberhentikan dari jabatannya, kemudian memerintahkan dua petugas keamanan untuk menyeret keluar Wihalminus dari ruang rapat hingga ke pintu lift.

Ketua Senat Universitas Atma Jaya Makassar, Dr. Rafael Tunggu, S.H., M.S., mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyebut perbuatan MH sebagai bentuk pelanggaran terhadap norma dan etika akademik.

“Saya mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh oknum pengacara. Rapat senat adalah forum akademik tertinggi, tidak sepatutnya dinodai dengan cara-cara kekerasan seperti itu,” ujar Rafael kepada media, Kamis (16/7/2025).

Baca Juga : Pria Lansia Ditemukan Tewas di Dalam Toilet Masjid Rujab Gubernur Sulsel

Reaksi keras juga datang dari akademisi Universitas Hasanuddin, Dr. Hasrullah. Ia menyayangkan tindakan MH yang disebutnya bergaya premanisme, apalagi dilakukan di lingkungan kampus oleh seseorang yang berprofesi sebagai penegak hukum.

“Kampus adalah ruang intelektual, bukan tempat untuk aksi kekerasan. Apalagi dilakukan oleh pengacara yang seharusnya paham dan menghormati proses hukum,” katanya.

Hasrullah juga mendesak pihak kepolisian agar menindak tegas peristiwa tersebut guna memberikan efek jera serta menjaga marwah institusi pendidikan.

Baca Juga : Polisi Buru Pelaku Penikaman Pria hingga Tewas di TPA Makassar

“Jika ini dibiarkan, akan jadi preseden buruk. Polisi harus bersikap profesional dan adil,” tegasnya.

Sementara itu, laporan polisi terkait insiden ini tercatat dalam dokumen LP/B/474/III/2025/SPKT/POLRESTABES MAKASSAR/POLDA SULSEL, tertanggal 21 Maret 2025. Dalam laporan tersebut, rektor secara resmi mengadukan tindak kekerasan fisik dan verbal yang ia alami.

Dr. Wihalminus hingga kini belum memberikan keterangan resmi kepada publik, namun pihak rektorat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

Baca Juga : Bahtiar Ajukan 4 Poin Gugatan Praperadilan Kasus Korupsi Bibit Nanas, Sidang Perdana Digelar Besok

Penyidik Polrestabes Makassar menyatakan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan. Jika ditemukan bukti baru, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan, termasuk dari unsur internal kampus yang diduga ikut memfasilitasi tindakan tersebut.

“Pendidikan tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan. Apapun motifnya, harus diselesaikan melalui jalur hukum dan mekanisme akademik,” pungkas Dr. Rafael.

Kasus ini menjadi peringatan keras terhadap pentingnya menjaga integritas dan keamanan lingkungan pendidikan dari intervensi dan tindakan-tindakan yang merusak tatanan intelektual.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga03 Agustus 2026 20:20
Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Antusiasme olahraga padel terus berkembang di Makassar mendorong Kalla Toyota kembali menghadirkan Stylix Padel Challenge: Raize The Game....
Makassar03 Agustus 2026 19:01
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro ...
Makassar03 Agustus 2026 18:59
UNM Mulai Tahapan Pilrek, Panitia Dibentuk, Kandidat Mulai Mengemuka
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Farida Patittingi, memastikan proses Pemilihan ...
News03 Agustus 2026 18:21
PLN Dukung Kelestarian Ekosistem Pesisir Donggala Lewat Program Konservasi Penyu
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui program PLN Peduli menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) beru...