Logo Sulselsatu

Executive Director 4 Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pelindo dan Institusi Pendidikan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 23 Juli 2025 08:07

Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis saat menjadi pemateri di Workshop Penguatan Riset Vokasi Menuju Hilirisasi dan PNBP Institusi Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar. Foto: Istimewa.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis saat menjadi pemateri di Workshop Penguatan Riset Vokasi Menuju Hilirisasi dan PNBP Institusi Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis menekankan pentingnya kolaborasi antara Pelindo dan institusi pendidikan dalam mendorong pengembangan pelabuhan nasional yang efisien, terstandar, dan berbasis teknologi.

Hal itu dikatakan Abdul Azis saat menjadi pemateri dalam Workshop Penguatan Riset Vokasi Menuju Hilirisasi dan PNBP Institusi Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Selasa (22/7/2025).

Di mana kegiatan ini digelar dalam rangka peningkatan kualitas penelitian di lingkungan perguruan tinggi matra laut Kementerian Perhubungan untuk dukungan isu strategis khususnya mengenai optimalisasi PNBP.

Baca Juga : Semarak HUT RI, Pelindo Group Makassar Perkuat Kolaborasi Pekerja

Tujuannya adalah untuk memberikan wawasan yang bermanfaat bagi dosen dalam memilih topik penelitian dan kajian yang sesuai dengan permasalahan aktual yang sedang terjadi di lapangan dan dapat memberikan nilai tambah, khususnya terkait pelayaran dan transportasi laut.

Dalam kesempatan tersebut, Executive Director 4 Pelindo Regional 4 menjadi salah satu pemateri.

Abdul Azis memaparkan transformasi strategis yang dilakukan Pelindo pasca merger dalam sebuah workshop yang mengangkat topik “Dukungan Penelitian untuk Menjawab Tantangan dan Permasalahan Isu Srategis Di Bidang Kepelabuhanan”.

Baca Juga : Pelindo Regional 4 Perkuat Ekosistem Vendor Lewat Digitalisasi Pengadaan 2026

Ia mengatakan, pasca merger Pelindo telah mengalami restrukturisasi signifikan baik dari sisi organisasi maupun sistem layanan.

“Kita sekarang memiliki satu Pelindo yang terintegrasi, dengan empat regional dan empat subholding dengan cakupan wilayah operasional dari Sabang hingga Merauke,” ujarnya.

Pelindo memiliki empat subholding yang fokus pada layanan yaitu peti kemas, multipurpose, marine services, dan solusi logistik. Untuk wilayah timur Indonesia, Regional 4 menjadi regional dengan cakupan geografis terluas.

Baca Juga : Pelindo Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk 200 Warga Wajo

Dia mengatakan, sejak merger pada 2021 lalu, salah satu capaian strategis adalah digitalisasi layanan kepelabuhanan.

“Kata kuncinya adalah digitalisasi. Kami telah melakukan standarisasi dan penerapan sistem operasi terminal (Terminal Operating System/TOS) yang memungkinkan efisiensi layanan bongkar muat, pengawasan real-time, serta peningkatan transparansi bagi pengguna jasa,” lanjutnya.

Menurut dia, transformasi sistem ini tidak lepas dari tantangan. Oleh sebab itu, ruang riset masih terbuka lebar.

Baca Juga : Pelindo Sosialisasikan PKB 2026-2028, Perkuat Hubungan Industrial yang Harmonis

“Misalnya, bagaimana sistem mampu melakukan auto-improve saat terjadi deviasi,” ujar Abdul Azis menjawab pertanyaan salah satu dosen yang menjadi peserta workshop tersebut.

Terkait konsep smart port dan green port, dia menyampaikan bahwa beberapa pelabuhan di Regional 4 seperti Makassar, Ambon, dan Pelabuhan Ternate telah mulai mengimplementasikan elektrifikasi peralatan bongkar muat dan sistem shore connection untuk kapal.

“Kami berkomitmen menuju pelabuhan yang ramah lingkungan, tapi tentu ini memerlukan keterlibatan aktif seluruh stakeholder, termasuk pelayaran,” tegasnya.

Baca Juga : Pelindo Gandeng Shipping Line Perkuat Jaringan Logistik Nasional Lewat PINP

Dalam forum tersebut, Abdul Azis juga membagikan pengalaman pribadi terkait berbagai transformasi operasional, tantangan konektivitas hinterland, dan pengembangan infrastruktur pelabuhan.

Dia menutup sesi dengan ajakan terbuka bagi kalangan akademisi untuk menjadikan Pelindo sebagai objek maupun mitra penelitian.

“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi penelitian. Banyak ruang untuk eksplorasi, di antaranya terkait optimalisasi TOS, efektivitas green port, hingga integrasi moda transportasi. Semua ini penting untuk menghasilkan kebijakan berbasis data dan menjawab kebutuhan nasional,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News15 Agustus 2026 13:11
Perum Jasa Tirta I Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air di Sulsel
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perum Jasa Tirta I (PJT I) memperluas peran strategisnya dalam pengelolaan sumber daya air di Sulawesi Selatan. Perusahaa...
Makassar15 Agustus 2026 09:50
PLN UIP Sulawesi Perkuat Desa Siaga Bencana Hadapi Kekeringan Makassar
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana kekeringan dan potensi kebakaran di Kota...
OPD14 Agustus 2026 21:01
Gelar Pengawasan Bersama Kecamatan Tallo, Ruslan Lallo Soroti Pelayanan dan Pengelolaan Sampah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi NasDem, H Ruslan Lallo, menggelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daer...
Hukum14 Agustus 2026 20:46
Bupati Gowa Makin Terancam, 3 Kasus yang Menyeret Namanya Naik Status di Kepolisian Selain Usulan Pemakzulan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bupati Gowa, Husniah Talenrang (HT) semakin terancam. Selain menunggu putusan Mahkamah Agung (MA) terkait usulan pema...