Logo Sulselsatu

17 Pelaku Tambang Emas Ilegal di Rampi Teridentifikasi, Dittipidter Kejar Pemodal

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Kamis, 07 Agustus 2025 11:05

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri berhasil mengidentifikasi 17 terduga pelaku tambang emas ilegal (illegal mining) di areal konsesi PT Kalla Arebamma, Kecamatan Rampi, Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Identifikasi ini diperoleh setelah hampir tiga pekan penyelidikan intensif di lapangan. Polisi menegaskan, penindakan tak hanya menyasar para penambang liar, tetapi juga pemodal dan penadah yang berada di balik aktivitas ilegal tersebut.

“Selain seluruh terduga pelaku illegal mining dan provokator unjuk rasa, kami akan kejar pemodal serta penadahnya,” tegas Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin, di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Baca Juga : Polda Sultra Dalami Penyelidikan Dugaan Perintangan Aktivitas Tambang oleh PT TRK

Menurut Bareskrim, para terduga pelaku menggunakan modus menghasut dan memprovokasi masyarakat adat agar menolak kehadiran PT Kalla Arebamma, pemegang izin eksplorasi tambang emas yang sah.

Mereka menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa narasi palsu seolah-olah untuk melindungi hak ulayat masyarakat adat. Padahal, tujuan utama aksi tersebut adalah melindungi aktivitas tambang ilegal yang limbahnya telah menimbulkan pencemaran lingkungan hingga kematian ternak warga.

Para pelaku dijerat Pasal 158 dan Pasal 162 UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Aturan tersebut menegaskan larangan melakukan penambangan tanpa izin dan menghalangi kegiatan pertambangan oleh pemegang IUP yang sah.

Baca Juga : Dugaan Hauling dan Stockpile Ilegal TRK, Koalisi Pemerhati Tambang Kolaka Raya Minta Antam Buka Peta IUP

Camat Rampi, Usniati S Parman, menyayangkan aksi provokasi tersebut. Menurutnya, investasi resmi seperti yang dilakukan PT Kalla Arebamma sangat dibutuhkan untuk membuka keterisolasian wilayah.

“Investasi sangat dibutuhkan untuk membuka akses dan mengangkat kesejahteraan warga Rampi yang selama ini hidup dalam keterbatasan,” ujarnya.

Rampi dikenal sebagai daerah terisolasi dengan infrastruktur terbatas. Kehadiran investor diharapkan bisa mendorong pembangunan jalan, akses kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial (CSR). (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar21 September 2026 14:05
Asmo Sulsel Company Visit dan Edukasi Safety Riding Karyawan BMW Sales Operation dan Sigap Prima Astrea
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperkuat sinergi dengan perusahaan dalam Grup Astra melalui kegiatan company visit bagi karyawan PT BMW S...
Sulsel21 September 2026 13:27
OJK Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Bantaeng melalui GENCARKAN
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan masyarakat Kabupaten Bantaeng melalui Program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN)....
Makassar21 September 2026 13:23
Arifin Manggau Jadi Pendaftar Pertama Calon Rektor UNM, Bawa Spirit “Sama-samaKi” untuk UNM
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Pd., men...
Bisnis21 September 2026 13:07
Stay & Play Aston Makassar Siapkan Keuntungan Promo Padel dan Kuliner
Aston Makassar Hotel & Convention Center menghadirkan program Stay & Play menghadirkan program menginap yang memadukan akomodasi, aktivitas ol...