SULSELSATU.com, MAKASSAR – Inflasi Sulsel meningkat melebih target yang ditetapkan. Peningkatan terjadi pada enam kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulsel.
Mulai dari Kota Makassar, Kabupaten Sidrap, Kabupaten Wajo, Kota Parepare, Kabupaten Luwu Timur, Kota Palopo, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Bulukumba.
Kondisi tersebut dipaparkan Kepala Bank Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel (BI Sulsel) Rizki Ernadi Wimanda dalam acara Bincang Bareng Media di Makassar, Selasa (26/8/2025).
Baca Juga : BI Prediksi Perekonomian Indonesia Tahun Ini Tumbuh hingga 5,7 Persen
“Dari periode bulanan (month to month/mtm) hingga year to date (ytd) terjadi inflasi melebihi target. Secara mtm inflasi naik menjadi 0,61 persen melebihi target 0,29 persen. Pada periode ytd juga naik menjadi 2,46 persen dari target 2,04 persen,” kata Rizki kepada media.
Rizki menyebutkan, kenaikan inflasi secara ytd telah terjadi telah berada di atas target indikatif selama 4 bulan terakhir.
Inflasi dipengaruhi oleh beras, tomat, cabai, dan bandeng. Kenaikan komoditas dipengaruhi oleh cuaca, serangan penyakit, pengiriman keluar daerah.
Baca Juga : Terinspirasi Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, Netzme Hadirkan Numofest di Makassar
Komoditas pendorong tertinggi dari tomat yang naik hingga 100,39 persen, lalu cabai rawit 65,05 persen, kemudian emas perhiasan 28,19 persen. Ikan Cakalang naik 10,95, ikan bandeng 10,92 persen, lalu beras 9,60 persen.
Berdasarkan kabupaten/kota IHK, secara year to date (ytd), Inflasi tertinggi terjadi pada Kota Parepare yang mencapai 4.05 persen. Inflasi Kota Parepare juga tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang mencapai 4,35 persen dari kota IHK lainnya.
“Sementara kenaikan inflasi secara bulanan atau mtm, Kota Palopo mengalami kenaikan tertinggi yang mencapai 0,94 persen,” ujar Rizki Ernadi.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar