Logo Sulselsatu

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Bunga Penjaminan Rupiah LPS Turun Menjadi 3,5 Persen

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 23 September 2025 09:46

Press conference perubahan tingkat bunga penjaminan LPS. Foto: Istimewa.
Press conference perubahan tingkat bunga penjaminan LPS. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan tingkat bunga penjaminan simpanan Rupiah di bank umum menjadi 3,5 persen.

Tidak hanya di bank umum, LPS juga melakukan penurunan tingkat bunga penjaminan pada Bang Pengkreditan Rakyat (BPR) sebesar 25 bps menjadi 6 persen.

“Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku untuk periode 1 Oktober 2025 sampai 31 Januari 2026,” kata Plt. Ketua Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Baca Juga : LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan 3,75 Persen hingga Januari 2027

Selain itu, tingkat bunga penjaminan simpanan dalam valuta asing juga turun menjadi 2 persen.

Pada periode observasi September 2025, Didik mengatakan LPS melihat suku bunga pasar keuangan Rupiah sudah turun 8 bps menjadi 3,37 persen dibandingkan periode observasi Agustus 2025.

Didik Madiyono menjelaskan, penetapan TBP didasari oleh momentum pertumbuhan ekonomi domestik yang relatif terjaga namun perlu diperkuat, terutama dari sisi konsumsi dan produksi secara lebih berimbang.

Baca Juga : LPS Luncurkan Program Pelajar Sulsel Menabung, Sasar 1.000 Pelajar

“Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) LPS pada Agustus 2025 masih berada pada level sub optimal dan cenderung melandai, yaitu 94,0. Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh positif namun cenderung flat sebesar 2,7 persen yoy pada Agustus 2025,” ujarnya.

Selanjutnya, LPS pun terus memantau pergerakan atas tren suku bunga simpanan perbankan nasional, baik yang berdenominasi Rupiah maupun valuta asing. Suku bunga pasar (SBP) simpanan rupiah konsisten melanjutkan penurunan.

Pada periode observasi September 2025, SBP Rupiah tercatat turun 8 bps ke level 3,37 persen dibandingkan periode observasi Agustus 2025, sehingga akumulasi penurunan sejak Mei 2025 mencapai 19 bps.

Baca Juga : HUT ke-21, LPS Pemeriksaan Kesehatan Gratis di 5 Daerah Sulsel

Ruang lanjutan penurunan SBP cukup terbuka pasca pemangkasan BI-Rate serta adanya tambahan likuiditas dari sisi penempatan dan belanja fiskal.

Faktor likuiditas perbankan yang memadai dan strategi pengelolaan dana deposan besar berpotensi mempengaruhi arah lanjutan penurunan SBP.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....
Hukum02 November 2026 16:07
Polda Sulsel Larang Personel dan Pegawai Isap Vape Cegah Penyalahgunaan Narkotika
SULSELSATU, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melarang seluruh personel kepolisian dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), menggunakan ro...