SULSELSATU.com, JAKARTA – Muhamad Mardiono resmi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025–2030 melalui aklamasi dalam Muktamar X PPP yang digelar di Hotel Mercure, Jakarta, Sabtu (27/9/2029) malam.
Pengumuman aklamasi itu disampaikan langsung dalam sidang pleno muktamar setelah mayoritas pemilik suara menyetujui langkah percepatan proses pemilihan untuk menghindari kegaduhan yang sempat terjadi di arena muktamar.
“Alhamdulillah malam hari ini kita telah menyelesaikan sesi inti Muktamar X. Sejak awal kita sudah membaca potensi keriuhan, karena itu sebagaimana diatur dalam pasal 11 AD/ART, proses bisa dipercepat. Keputusan aklamasi ini adalah jalan penyelamatan dalam kondisi darurat,” ujar Mardiono dalam konferensi pers.
Baca Juga : PPP Makassar Pastikan Dukungan 100 Persen ke Ilham Fauzi di Muswil
Mardiono didampingi Steering Committee Amir Uskara dan Ermalena, Organizing Committee Arya Permana Graha, serta 30 Ketua DPW PPP. Ia menegaskan bahwa keputusan aklamasi diambil secara sah sesuai konstitusi partai, meski diwarnai insiden kericuhan.
“Saya menyayangkan terjadinya keributan yang menimbulkan korban, beberapa kader kami harus dirawat di rumah sakit dengan luka di bagian kepala dan bibir. Tentu ini akan berlanjut pada proses hukum, karena jalan demokrasi tidak boleh dicederai dengan tindakan inkonstitusional,” katanya.
Mardiono menekankan, sejak berdiri tahun 1973, PPP memiliki tradisi dan aturan dasar yang konsisten mengawal setiap muktamar. Menurutnya, proses panjang melalui pembentukan OC hingga SC sudah sesuai mekanisme konstitusional. Namun, ia menuding ada pihak yang ingin memaksakan kehendak demi kepentingan tertentu.
Baca Juga : Muswil PPP Sulsel, Imam Fauzan Buktikan Anak Muda Mampu Pimpin Partai
“Partai PPP ini punya AD/ART yang kuat. Karena ada gangguan, pimpinan sidang bersama OC mengambil langkah cepat, dan itu dibenarkan aturan. Keputusan aklamasi ini didukung hampir 80 persen peserta muktamar yang merupakan pemilik suara sah,” tegasnya.
Menariknya, Mardiono menuturkan bahwa dirinya sejak awal tidak pernah mendeklarasikan pencalonan ataupun membentuk tim sukses. Dukungan, kata dia, datang dari mayoritas DPW dan DPC melalui forum resmi seperti Mukerwil dan Rapimwil.
“Sejak beberapa bulan terakhir, daerah-daerah mendorong saya melanjutkan kepemimpinan. Saya selalu jawab, sebagai kader dan pelayan partai, kalau memang dibutuhkan, saya siap. Tapi saya tidak pernah membentuk tim sukses atau mendeklarasikan pencalonan. Ternyata mayoritas menginginkan saya, terima kasih,” ungkapnya.
Baca Juga : Imam Fauzan Pamit sebagai Ketua DPW PPP Sulsel di Acara Zikir dan Doa Bersama
Mardiono juga menegaskan bahwa PPP adalah partai kader, sehingga kepemimpinan harus lahir dari proses internal. Ia menolak upaya pihak luar yang mencoba mengambil alih.
“Setiap organisasi, bahkan rumah tangga sekalipun, punya aturan. Kalau ada orang luar tiba-tiba masuk dan memaksakan diri, tentu tidak dibenarkan. PPP ini partai kader, bukan tempat orang asing tiba-tiba datang dan langsung memimpin,” ucapnya.
Meski sesi inti muktamar telah selesai, Mardiono menyampaikan bahwa agenda masih berlanjut.
Baca Juga : Jelang Muswil PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi Bicara Arah dan Masa Depan Partai
“Dua hari ke depan ada penyusunan struktur kepengurusan. Senin nanti, tanggal 29, muktamar akan resmi ditutup,” tutupnya.
Sementara itu, Amir Uskara SC Muktamar menyampaikan selamat atas terpilihnya Mardiono sebagai Ketua Umum DPP PPP yang didukung mayoritas pemilik suara.
Amir menyampaikan memang ada dinamika yang tinggi dalam forum Muktamar X, bahkan sampai ada tindakan adu fisik sesama kader.
Baca Juga : Muswil PPP Sulsel Digelar 22 Desember, Ketua Wilayah Ditentukan Formatur
“Tetapi dalam pasal 11 di rancangan tatib itu, pemilihan ketua umum harus dihadiri secara fisik peserta Muktamar, setelah saya bacakan dan kesepakatan seluruh peserta Muktamar dan setuju sehingga ketok palu Pak Mardiono aklamasi,” jelas Amir.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar