SULSELSATU.com, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatat total aset perbankan syariah mencapai RP18,26 triliun per Juni 2025. Total aset ini tumbuh 21,08 persen year on year (yoy) atau lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Pertumbuhan aset perbankan syariah semester pertama 2025 ini lebih tinggi dibanding perbankan konvensional.
Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin mengatakan, selain aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah juga tumbuh 13,18 persen menjadi RP12,39 triliun.
Baca Juga : Jumlah Investor Sulampua Terus Tumbuh, Total SID Capai 1.241.229
“Pertumbuhan kinerja positif juga terjadi di penyaluran pembiayaan. Pembiayaan syariah tumbuh 21,06 persen menjadi Rp15,57 triliun,” katanya dalam siaran resmi OJK Sulselbar.
OJK Sulselbar juga mencatat tingkat intermediasi perbankan Syariah berada pada level 125,73 persen dengan tingkat NPF pada level 2,07 persen.
Demi mendorong kinerja perbankan syariah serta mengupayakan pengembangan ekonomi dan perbankan syariah, OJK meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2023-2027 (RP3SI).
Baca Juga : Aset Perbankan Sulampua Tumbuh 4,26 Persen, Total Mencapai Rp572,44 Triliun
Roadmap tersebut memiliki visi menghadirkan perbankan syariah yang sehat, efisien, berdaya saing, dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional maupun daerah.
Dikutip pada Viva.co pada Selasa (7/10/2025), untuk mendorong kinerja perbankan syariah, OJK mengembangkan produk inovatif, salah satunya cash waqf linked deposit (CWLD) sebagai produk perbankan syariah yang inovatif guna memenuhi kebutuhan masyarakat atas produk perbankan syariah yang inklusif.
Program ini telah diterapkan secara sinergis bersama pemerintah daerah guna mendukung pengembangan Kota Wakaf di Tasikmalaya dan Kabupaten Siak.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar