SULSELSATU.com – Siswa SMA di Amerika Serikat, Camarria Williams dan Jonathon Rodriguez berhasil menemukan senyawa yang bisa membantu menghambat pertumbuhan sel kanker. Senyawa itu berasal dari kotoran angsa.
Penemuan ini terjadi lewat sebuah program Sains Terapan yang diselenggarakan oleh Universitas Illinois di Chicago (UIC).
Program Sains Terapan ini memberi kesempatan bagi siswa SMA untuk berpartisipasi langsung dalam eksperimen sains.
Baca Juga : Sarapan Jadi Salah Satu Kunci Agar Berumur Panjang
Dalam salah satu percobaan, mereka menemukan senyawa di dalam kotoran angsa yang ternyata bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Hasilnya juga semakin dikuatkan dalam uji laboratorium.
Meskipun senyawa ini masih dalam tahap awal penelitian, banyak ilmuwan percaya bahwa senyawa tersebut bisa menjadi kunci untuk mengembangkan obat kanker di masa depan.
“Kami tidak pernah menyangka bahwa kotoran angsa bisa membawa dampak sebesar ini dalam dunia medis,” ungkap Dr. James Anderson, peneliti utama UoIC yang dilansir dari Brilio, Kamis (23/10/2025).
Baca Juga : Penelitian di China Sebut AI Dapat Prediksi Gempa Bumi dengan Akurasi 70 Persen
Sampel kotoran angsa yang diteliti siswa tersebut berasal Garfield Park Lagoon, yang ternyata mengandung bakteri Pseudomonas Idahoensis.
Pseudomonas Idahoensis adalah abkteri yang memiliki aktivitas antibiotik yang menghasilkan senyawa baru bernama Orfamide N. Senyawa inilah yang disebut mampu menghambat pertumbuhan sel melanoma manusia dan kanker ovarium.
Penulis: Nur Hafila (Mahasiswa PPL Jurusan Jurnalistik UIN Alauddin Makassar)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar