Logo Sulselsatu

Tidak Hanya Menjaga Ekosistem Lingkungan, Bantuan PT Vale juga Menjaga Mata Pencaharian Warga

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 28 Oktober 2025 12:22

PT Vale menanam mangrove di Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Luwu Timur. Foto: Istimewa.
PT Vale menanam mangrove di Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Luwu Timur. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com – Warga di Pesisir Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur berbahagia karena ikan dan kepiting mulai melimpah.

Kondisi ini merupakan hasil dari inisiatif dari pelaku usaha untuk berkontribusi bersama menjaga ekosistem lingkungan dengan menanam kembali mangrove.

Meski sempat terancam abrasi sekitar lima tahun lalu akibat menyusutnya ekosistem mangrove, warga mulai berbahagia.

Baca Juga : 23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia

Salah seorang dari mereka, Restu mengaku rutin memancing sejak enam bulan lalu. Dia mengatakan, keberadaan ikan dan kepiting di pesisir, akhir-akhir ini mulai melimpah kembali.

“Kalau dibandingkan sekitar lima tahun lalu, jelas beda. Sekarang ikan di sini makin banyak, kepiting juga banyak. Alhamdulillah bisa dibilang ini hasil kita menanam mangrove,” ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Hasil manis yang dinikmati warga ini karena mereka mulai rutin melakukan penanaman mangrove sejak 2023 lalu, saat adanya kucuran bantuan dari industri seperti PT Vale Indonesia.

Baca Juga : PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta

Kepala Desa Pasi-Pasi Sopyan Ibnu Hasim mengatakan, ancaman abrasi telah memberi dorongan besar ke warga untuk bergotong royong memperbaiki lingkungan sekitar.

Sopyan Ibnu Hasim mengatakan, saat ada bantuan pengembangan mangrove, para warga sangat antusias terjun langsung melakukan penanaman dengan menyediakan alat secara mandiri.

​”Alat seperti cangkul, itu warga sendiri yang sediakan. Sangat antusias waktu ada program penanaman dari Vale. Sekarang sudah mulai kelihatan dampaknya. Ikan dan kepiting sudah mulai banyak lagi di pesisir. Manfaatnya langsung terasa karena sebagian dari warga, profesinya adalah nelayan,” ungkap Sopyan.

Baca Juga : PT Vale Operasikan Tiga Blok Tambang, Perkuat Produksi Nikel Nasional

​Bahkan, pemerintah desa merencanakan pengembangan hutan mangrove menjadi destinasi wisata melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Nantinya akan dikelola bersama warga.

Pembenahannya mulai dari tracking mangrove yang akan diperpanjang. Kemudian akan mengundang para pelaku UMKM lokal untuk membuka tenant di sepanjang jalur tersebut.

Tujuannya tidak lain adalah untuk menumbuhkan perputaran ekonomi dan menambah penghasilan warga sekitar.

Baca Juga : PT Vale Catat Laba US$43,6 Juta Triwulan Pertama 2026, Produksi Nikel 13.620 Ton

“Selain lokasi wisata, hutan mangrove juga akan dijadikan tempat edukasi bagi anak-anak sekolah. Mereka bisa ke sini mengunjungi dan mempelajari soal lingkungan,” ucapnya.

​Senior Coordinator PTPM Livelihood PT Vale Sainab Husain Paragay menjelaskan, program rehabilitasi ini awalnya dimulai dengan kajian preliminary study untuk mengidentifikasi kondisi ekosistem dan penghidupan masyarakat pesisir.

Desa Pasi-Pasi dipilih karena memiliki mangrove tua yang perlu dilestarikan dan masyarakatnya sangat bergantung pada hasil laut.

Baca Juga : PT Vale Tingkatkan Layanan Kesehatan Morowali Lewat Service Excellence Program

​”Dari hasil baseline itu, ekosistem di Desa Pasi-Pasi ini sudah terjadi degradasi, terjadi penurunan kualitas lingkungannya, daya dukung lingkungan. itu berpengaruh dan berimbas kepada perekonomian masyarakat,” jelas Sainab.

PT Vale kemudian mendorong pembudidayaan mangrove sejak 2023. Kemudian berlanjut pada 2024 dengan menanam sekitar 2.000 pohon. Tahun ini, mereka telah merencanakan penanaman 4.000 pohon lagi.

Selain itu, Vale juga mengadakan pelatihan pembibitan dengan target 5.000 pohon.

Lebih jauh lagi, masyarakat Luwu Timur sebenarnya saat ini sedang giat juga memupuk keberlanjutan demi mengimbangi masifnya aktivitas pertambangan di kabupaten tersebut.

Berbagai inisiatif muncul, selain pemulihan ekosistem pesisir, pemanfaatan hama menjadi sumber ekonomi baru, hingga pengelolaan sampah secara terintegrasi juga digaungkan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik04 Mei 2026 06:35
Idrus Marham Kaget Respon Amien Rais Soal Prabowo Padahal Pernah Satu Koalisi
SULSELSATU.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) 2014, Idrus Marham, menyoroti pernyataan Amien Ra...
News03 Mei 2026 21:45
23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Memasuki usia ke-23, Luwu Timur tidak sekadar merayakan perjalanan administratif sejak pemekaran, tetapi menunjukkan transformasi nyata, dari kawasan ...
Sulsel03 Mei 2026 20:21
Tasming Hamid Optimistis CFN dan CFD Dongkrak Ekonomi Lokal di Kawasan Mattirotasi Baru
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Mattirotasi Baru kembali menjadi magnet bagi...
Pendidikan03 Mei 2026 20:05
Ramli Rahim Apresiasi Pelaksanaan Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) telah berakhir. Mubes 2026 ditutup dalam su...