SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ikan sapu-sapu kini banyak memenuhi Danau Matano. Populasi ikan sapu-sapu semakin banyak dan mengganggu ekosistem alami Danau Matano.
Melihat kondisi tersebut, PT Vale hadir memberikan bantuan berupa fasilitas dan pembinaan bagi warga untuk bisa mengolah ikan sapu-sapu menjadi sumber ekonomi baru.
Baca Juga : Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa
Senior Manager PPM PMDM dan Strategi PT Vale Safaruddin menegaskan, target utama pengelolaan ini adalah menormalisasi kondisi Danau Matano.
Safaruddin memperkirakan sekitar 30 hingga 40 persen Danau Matano saat ini sudah dipenuhi ikan sapu-sapu.
Di sini, Vale berperan dalam pembinaan, pengadaan sarana dan prasarana (termasuk mesin), pembangunan lokasi produksi, hingga ke tahap pemasaran.
Baca Juga : Dua Warga Luwu TimurTerima Beasiswa S2 PT Vale
“Pengelolaan ikan sapu-sapu menjadi produk turunan akan memberi manfaat bagi nelayan dan warga sekitar dari sisi ekonomi karena mengolah ikan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat di sekitar,” kata Safaruddin.
Sementara itu, Jabir Wisuyadi selaku Sekretaris Pakan Inia mengatakan populasi ikan sapu-sapu kini lebih banyak ketimbang ikan endemik dan sangat mengganggu.
Mereka berinisiatif mengolah ikan tersebut menjadi tepung yang berprotein tinggi untuk bahan utama kue dan pakan ternak.
Baca Juga : Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte
”Saat ini kami sementara progres. Kami bekerja sama dengan kampus Poliwako untuk membuat mesinnya. Nantinya kami ada lima mesin,” ujar Jabir.
Tidak hanya itu, PT Vale dalam komitmennya menjaga Danau Matano juga terlihat dari teknologi penjernihan air yang digunakan. Area operasional yang berdampingan dengan Danau Matano, PT Vale tidak main-main dalam melindungi ekosistem alaminya.
Dalam menjaga limpasan air tetap jernih dan tidak mencemari Danau Matao, PT Vale menggunakan teknologi Lamella Gravity Settler (LGS).
Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali
LGS yang dimiliki PT Vale terintegrasi langsung dengan 100 lebih kolam sedimen di lokasi-lokasi penambangan. Infrastruktur itu berfungsi sebagai pemurnian air limpasan tambang sebelum menuju Danau Matano.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar