Logo Sulselsatu

Kalla Group Sebut Bos Lippo Mau Cuci Tangan di Sengkata Lahan Jalan Tanjung Bunga

Redaksi
Redaksi

Rabu, 12 November 2025 18:32

Press conference kuasa hukun PT Hadji Kalla tentang sengketa lahan di Jalan Metro Tanjung Bunga. Foto:: Istimewa.
Press conference kuasa hukun PT Hadji Kalla tentang sengketa lahan di Jalan Metro Tanjung Bunga. Foto:: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kuasa hukum Kalla Group memberikan pernyataan terhadap pernyataan Bos Lippo James Riyadi yang menyebut GMTD milik pemerintah daerah.

Kuasa Hukum PT Hadji Kalla H. Hasman Usman menyatakan jika perihal eksekusi abal abal di atas lahan Kalla Kawasan Tanjung Bunga Makassar, Bos Lippo James Riyadi nampaknya berusaha untuk cuci tangan.

“Cuci tangan dengan menyebut bahwa GMTD milik Pemerintah Daerah. Padahal manajemen perusahaan GMTD sepenuhnya dikendalikan Lippo,” tegasnya.

Baca Juga : Subhan Mappaturung Raih Penghargaan Legal 2026

Menurutnya, pernyataan tersebut seolah-olah menempatkan PT Hadji Kalla berhadap-hadapan dengan pemerintah daerah terkait persoalan kepemilikan tanah milik Hadji Kalla di Jalan Metro tanjung Bunga.

“Kepemilikan Lippo di GMTD melalui PT Makassar Permata Sulawesi (MPS), entitas yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang merupakan perusahaan inti dalam kelompok usaha Lippo,” katanya.

Selanjutnya, ia juga menyebutkan, dikutip dari data Bursa Efek Indonesia, PT Makassar Permata Sulawesi diketahui menguasai saham sebanyak 32,5 persen, Pemerintah Provinsi Sulsel 13 persen, Pemerintah Kota Makassar 6,5 persen, Pemerintah Kabupaten Gowa 6,5 persen dan selebihnya dimiliki oleh yayasan dan publik.

Baca Juga : Kalla Toyota Hadirkan Pameran Terbesar Selama 11 Hari di Mal Ratu Indah

Menurutnya, berdasarkan komposisi pemegang saham tersebut, sudah menjelaskan bahwa Lippo melalui PT Makassar Permata Sulawesi menjadi pengendali GMTD (Pasal 1 angka 29 POJK 10/2022).

“Susunan direksi dan komisaris PT GMTD diketahui sangat diwarnai oleh orang-orang dengan latar belakang Lippo atau setidaknya pernah atau sementara bekerja di Lippo Group,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan jika selain dari sisi kepemilikan, pengaruh dan jejak Lippo Group terlihat jelas dari berbagai proyek strategis yang dikembangkan di kawasan Tanjung Bunga. Berbagai fasilitas dan proyek komersial yang berdiri di atas kawasan GMTD menggunakan merek milik Lippo, seperti Siloam Hospitals, Sekolah Dian Harapan serta Global Trade Center (GTC) Makassar.

Baca Juga : Kalla Institute Sambut Mahasiswa Baru di Bioskop

Kehadiran fasilitas ini menegaskan bahwa arah pengembangan kawasan berada dalam ekosistem bisnis Lippo—dari sektor ritel, kesehatan, pendidikan, hingga pemukiman.

Sementara itu, dikutip dari sejumlah pemberitaan kantor media beberapa waktu lalu, Bos Lippo James Riyady mengaku tidak terikat atas sengketa lahan di Jalan Metro Tanjung Bunga.

“Lippo hanya salah satu pemilik saham. Tanahnya bukan milik Lippo karena pemegang saham utamanya adalah pemerintah daerah Kota Makassar dan GMTD,” ujarnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar15 Oktober 2026 22:23
Perkuat Sinergi dan Kebangsaan, UNM Jalin Kerja Sama Strategis dengan DPP IKAL-Lemhannas
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alu...
Metropolitan15 Oktober 2026 18:46
Korban Kebakaran Tallo Terima Bantuan, Rudianto Lallo Saluran Ratusan Juta Rupiah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menyalurkan bantuan tunai kepada warga korban kebakaran di Jalan Teuku Uma...
News15 Oktober 2026 18:02
Orasi di DPRD Luwu, Maddika Ponrang Bantah Penerbitan SKTA
Maddika Ponrang mewakili Kedatuan Luwu turun langsung dalam aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Luwu Menggugat di depan Kantor DPRD Kabupaten Luwu, Kam...
Bisnis15 Oktober 2026 17:14
Pelabuhan Parepare Layani 741 Ribu Penumpang, Naik 18 Persen September 2026
Pelabuhan Parepare mencatat pertumbuhan kinerja operasional hingga September 2026. Arus penumpang mencapai 741.759 orang atau meningkat 18 persen diba...