Logo Sulselsatu

Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia Masih Minim, Ini Sejumlah Faktornya

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 23 November 2025 14:45

Knowladge sharing OJK Sulselbar bersama media di Makassar menghadirkan Guru Besar Investasi dan Keuangan Islam Universitas Airlangga Prof Dr Imron Mawardi. Foto: Istimewa. Foto: Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com.
Knowladge sharing OJK Sulselbar bersama media di Makassar menghadirkan Guru Besar Investasi dan Keuangan Islam Universitas Airlangga Prof Dr Imron Mawardi. Foto: Istimewa. Foto: Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com.

SULSELSATU.com, MALANG – Perkembangan ekonomi syariah dan produk halal di Indonesia masih terbilang minim dibanding sejumlah negara lainnya. Dalam sejumlah sektor, Indonesia masih tertinggal.

Guru Besar Investasi dan Keuangan Islam Universitas Airlangga Prof Dr Imron Mawardi mengatakan, Indonesia berada dalam posisi ketiga untuk ekonomi syariah.

“Posisi pertama ditempati Malaysia, diikuti Arab Saudi diposisi ketiga,” kata Prof Imron yang hadir dalam knowladge sharing bersama media Makassar yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar di Malang, Minggu (23/11/2025).

Baca Juga : OJK Perpanjang Waktu Kewajiban Pelaporan SLIK Perusahaan Asuransi

Menurutnya, Indonesia punya potensi pasar yang cukup besar, namun tidak diimbangi dengan dukungan infrastruktur. Berbeda dengan negara lain yang didukung dengan kehadiran infrastruktur pendukung.

Prof Imron memaparkan, produk halal terbeesar Indonesia berada dalam sektor modest fesyen.

Namun, sejumlah sektor masih di bawah Malaysia, seperti keuangan syariah, media dan rekreasi, makanan halal, wisata halal, dan kosmetik dan farmasi.

Baca Juga : LPS Perkuat Sinergi Perbankan di Sulsel, Dorong Penerapan GRC untuk Inklusi Keuangan

“Produk makanan halal Indonesia berada di posisi keempat. Sektor ini yang paling besar tapi Indonesia di bawah karena sertifikasi halal yang terlambat,” ujarnya.

Selain itu, Prof Imron juga menyebutkan sejumlah alasan mengapa ekonomi syariah dan perkembangan produk halal di Indonesia terlambat.

Salah satunya karena inklusi keuangan syariah masyarakat di Indonesia itu masih minim. Tidak lebih dari 50 persen masyarakat yang menggunakan produk ekonomi syariah.

Baca Juga : OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana, Dorong Inklusi Keuangan dan Pendalaman Pasar

Faktor lainnya yaitu masih minimnya kolaborasi sejumlah pihak untuk membentuk ekosistem halal. Kemudian regulasi lintas bidang yang belum optimal.

Selanjutnya adalah pelaku usaha ternyata belum siap menerapkan produk halal.

“Penggunaan produk ekonomi syariah yang masih sedikit dan penerapan yang masih minim karena salah satunya didasari dengan ukuran bisnis yang kecil artinya aset perbankan syariah bisa sangat tinggi namun market share-nya sangat rendah,” jelas Prof Imron.

Baca Juga : Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana APRDI dan OJK Sasar Lima Kampus di Makassar

Terakhir, faktor yang mempengaruhi mengapa ekonomi dan produk halal sangat rendah karena banjirnya impor produk ilegal seperti kosmetik dan farmasi. Lalu, inovasi produk syariah masih terbatas.

“Secara umum, produk keuangan syariah masih mengikuti atau imitasi dari konvensional,” ungkapnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama01 Mei 2026 23:23
Tak Sengaja Bertemu di Warkop Jeneponto, Rudianto Lallo Beri Support ke Vonny Ameliani
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ketua KNPI Sulawesi Selatan terpilih, Vonny Ameliani bertemu dengan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, , di K...
Metropolitan01 Mei 2026 20:53
Serikat Buruh Demo di Makassar, Desak Pemerintah Sahkan UU Ketenagakerjaan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka mem...
Hukum01 Mei 2026 20:50
Geng Motor Diduga Bawa Airsoft Gun Serang Warung Warga di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekelompok geng motor menyerang sebuah warung milik warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menggun...
News01 Mei 2026 20:49
PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta
PT Vale Indonesia Tbk memperkuat implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sepanjang 2025 sebagai bagian dari strategi bisnis jan...