Logo Sulselsatu

Tak Puas Hasil RDP, Komite Adat Kembali Geruduk DPRD Sulsel Desak Hak Angket GMTD

Asrul
Asrul

Kamis, 16 Juli 2026 14:47

Komite adat mendesak DPRD Sulsel segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket. Foto/SS
Komite adat mendesak DPRD Sulsel segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket. Foto/SS

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan orang yang tergabung dalam Komite Adat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Sementara DPRD Sulawesi Selatan di Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (16/7/2026).

Mereka mendesak DPRD Sulsel segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket guna menyelidiki dugaan pelanggaran hukum hingga indikasi penyimpangan pembagian dividen yang melibatkan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD).

Dalam aksi tersebut, massa menilai belum ada tindak lanjut yang jelas setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Februari lalu.

Baca Juga : DPRD Sulsel Setujui MYP II Rp5 Triliun, Fokus Jalan, Jembatan hingga Irigasi

Mereka menganggap penjelasan yang disampaikan pihak GMTD saat itu belum mampu menjawab berbagai persoalan terkait pengelolaan lahan di kawasan Metro Tanjung Bunga.

Koordinator lapangan aksi, Zubhan Ekafriansyah, mengatakan pembentukan Pansus Hak Angket menjadi langkah yang diperlukan agar seluruh persoalan dapat diusut secara menyeluruh dan transparan.

“Melalui Pansus Hak Angket, seluruh dugaan pelanggaran bisa dibuka secara terang. Jika nantinya terbukti ada pelanggaran, maka harus ada tindakan tegas terhadap aktivitas GMTD,” ujar Zubhan saat berorasi.

Baca Juga : DPRD dan Pemprov Sulsel Kompak Batalkan Kenaikan Pajak Kendaraan

Komite Adat menyampaikan sejumlah alasan yang menjadi dasar tuntutan tersebut. Salah satunya terkait aktivitas pembangunan yang disebut masih berlangsung di atas lahan yang statusnya masih disengketakan.

Menurut mereka, kondisi itu bertentangan dengan hasil kesepakatan sebelumnya yang meminta penghentian aktivitas hingga sengketa diselesaikan.

Selain itu, massa juga menyoroti dugaan penguasaan tanah adat atau tanah ulayat di kawasan Tanjung Bunga. Mereka menilai wilayah tersebut memiliki nilai historis bagi masyarakat adat sehingga harus mendapat perlindungan hukum.

Baca Juga : Muhtadin Ungkap Wilayah Pertanian Pinrang yang Paling Terdampak Kekeringan

Isu lain yang disorot yakni dugaan penyimpangan terhadap kebijakan pemanfaatan lahan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 91 dan Nomor 95.

Massa menilai peruntukan kawasan yang semula diarahkan untuk pengembangan sektor pariwisata diduga bergeser menjadi kepentingan komersial yang lebih luas.

Tak hanya itu, Komite Adat juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan ketidaksesuaian dalam pembagian dividen perusahaan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Gowa.

Baca Juga : Debit Air Meluap Saat Hujan, Warga Jongaya Minta Jembatan Diperbaiki

Mereka menduga persoalan tersebut berpotensi mengandung unsur tindak pidana korupsi sehingga perlu dilakukan penyelidikan.

Usai menyampaikan aspirasi, perwakilan massa diterima oleh anggota DPRD Sulsel. Menurut Zubhan, pihak legislatif telah menyatakan kesediaannya memfasilitasi pertemuan lanjutan untuk membahas tuntutan tersebut.

“Kami sudah mendapatkan komitmen dari perwakilan DPRD. Besok akan ada pertemuan lanjutan dan kami akan terus mengawal proses ini sampai ada tindak lanjut yang nyata,” katanya.

Baca Juga : Pengawasan APBD, APT Tampung Aspirasi Warga Barombong soal Kanal Induk

Komite Adat menegaskan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan pembentukan Pansus Hak Angket tidak segera direalisasikan oleh DPRD Sulsel.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News31 Agustus 2026 15:51
Kapal Kemanusiaan KALLA Bawa 800 Paket Bantuan dan Relawan ke NTT
KALLA turut memberikan dukungan untuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengirimkan kapal kemanusiaan yang membawa 800 paket bantuan....
Ekonomi31 Agustus 2026 15:03
Mazda Bidik Pertumbuhan Indonesia Timur, Tiga Model Baru Diperkenalkan di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) dan distributor resmi Mazda di Indonesia, membidik pelua...
Makassar31 Agustus 2026 12:30
Gotong Royong Peduli Lingkungan, Pelindo Jasa Maritim Apresiasi Warga Kelurahan Tabaringan
Semangat gotong royong warga Kelurahan Tabaringan, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar dalam menata lingkungan mendapat apresiasi dari PT Pelindo Jas...
News31 Agustus 2026 10:11
Mengetuk Pintu Langit Pegadaian Sulselbarra Maluku Berbagi Paket Makanan di 71 Cabang
PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Sulselbarra Maluku kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui program Mengetuk Pintu Langit pa...