SULSELSATU.com, MAKASSAR — Olahraga sepaktakraw kembali menggeliat di tengah masyarakat. Bukan hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, turnamen Anak Rakyat Cup 1 di Kampung Bontoa, Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat sekaligus membangun semangat kompetisi dari tingkat akar rumput.
Turnamen yang digelar oleh anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, tersebut diikuti 32 tim. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pertandingan yang berlangsung dengan dukungan meriah dari suporter masing-masing tim.
Pertandingan final mempertemukan Tim Bos Lompoa melawan RM Makassar yang juga bertindak sebagai tim tuan rumah. Duel berlangsung sengit hingga lima babak.
Baca Juga : Rudianto Lallo Minta Kader NasDem Sulsel Perkuat Kekompakan Jelang Pemilu 2029
Tim tuan rumah RM Lompoa akhirnya keluar sebagai juara setelah mengamankan kemenangan dengan skor 3-2. Tim Bos Lompoa sempat bangkit dan memperkecil ketertinggalan setelah memenangkan set pertama dan ketiga. Namun, tim RM Makassar kembali mengambil kendali dan berhasil memenangkan set kelima dengan kemenangan 15-12 sekaligus memastikan gelar juara Anak Rakyat Cup 1.
Sengitnya pertandingan final menjadi gambaran tingginya minat masyarakat terhadap olahraga tradisional yang menjadi salah satu cabang olahraga andalan Sulawesi Selatan tersebut.
Kehadiran 32 tim dalam turnamen ini juga menunjukkan bahwa potensi atlet sepaktakraw tidak hanya lahir dari pusat-pusat pembinaan formal, tetapi juga tumbuh dari kampung-kampung dan lingkungan masyarakat.
Bagi Rudianto Lallo, kegiatan olahraga di tingkat masyarakat penting untuk terus diperbanyak. Selain menjadi sarana mencari bibit atlet, kompetisi seperti ini dapat menjadi ruang interaksi sosial sekaligus membangun gaya hidup sehat.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Turnamen tidak sekadar mengejar siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana olahraga hadir dekat dengan kehidupan warga.
“Olahraga harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dari kampung-kampung seperti inilah kita bisa menemukan potensi dan bibit-bibit atlet yang kemudian bisa dibina untuk berprestasi lebih tinggi,” ujar Rudianto Lallo.
Baca Juga : Rudianto Lallo Beri Bantuan Korban Kebakaran di Tallo, Ada Paket Sembako Hingga Uang Tunai
Turnamen tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antarpemain dan masyarakat. Persaingan di lapangan berlangsung kompetitif, tetapi atmosfer kekeluargaan tetap terasa di luar pertandingan.
Dengan melibatkan puluhan tim, Anak Rakyat Cup 1 diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi sesaat. Ajang tersebut dapat menjadi bagian dari pembinaan olahraga berkelanjutan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif berolahraga.
“Melihat antusias peserta dan masyarakat, kegiatan ini akan rutin digelar dan insya Allah tahun depan akan kembali digelar dengan hadiah yang kita naikkan untuk menambah gairah peserta,” tutur Rudianto Lallo.
Baca Juga : Rudianto Lallo Minta Kejati Sulsel Buka Kembali Kasus Dugaan Penyimpangan Dana JKN di RSKD Gigi dan Mulut
Rudianto Lallo menuturkan, dari Kampung Bontoa, semangat olahraga ditegaskan kalau prestasi dapat dimulai dari lapangan sederhana, selama ada ruang untuk berkompetisi, pembinaan yang konsisten, dan dukungan masyarakat. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar