Logo Sulselsatu

PLN Perkuat Satgas Kaltana Kaluku Bodoa Hadapi Kekeringan dan Kebakaran

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 01 September 2026 08:17

PLN UIP Sulawesi latih kesiapsiagaan Kaltana Kaluku Bodoa hadapi bencana. Foto: Istimewa.
PLN UIP Sulawesi latih kesiapsiagaan Kaltana Kaluku Bodoa hadapi bencana. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026.

Program bertajuk Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan simulasi tanggap darurat bersama Satgas Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Pemerintah Kecamatan Tallo, Pemerintah Kelurahan Kaluku Bodoa, Satgas Kaltana, serta masyarakat setempat.

Baca Juga : PLN dan Kejaksaan Sepakati PKS Kawal Proyek Ketenagalistrikan di Sulsel

Program diarahkan untuk meningkatkan kemampuan warga dalam mengenali risiko, melakukan pencegahan, hingga memberikan respons awal ketika terjadi kondisi darurat.

Pelatihan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan risiko kekeringan dan kebakaran di wilayah Kaluku Bodoa.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi mitigasi bencana, pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pertolongan pertama, evakuasi mandiri, workshop penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga simulasi tanggap darurat.

Baca Juga : PLN dan Kejati Sulsel Perkuat Sinergi Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan

Program tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan masyarakat di tengah kondisi kemarau panjang dan risiko kekeringan yang dihadapi Kota Makassar.

Keterampilan dasar penanganan bencana dinilai penting agar masyarakat dapat mengambil tindakan cepat sebelum bantuan dari pihak terkait tiba.

Camat Tallo yang diwakili Nurtjintin mengapresiasi dukungan PLN UIP Sulawesi dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga Kaluku Bodoa.

Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Adopsi 81 Fragmen Karang untuk Pulihkan Ekosistem Pulau Samalona

“Di tengah musim kemarau panjang ini, kita bersyukur dengan hadirnya Satgas Kaltana yang membantu pemerintah mengantisipasi kekeringan dan kebakaran sejak dini. Saya berharap ilmu dari pelatihan ini dapat diserap dengan serius agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan BPBD Kota Makassar Risman Ruslan mengatakan, masyarakat merupakan pihak yang sering kali menjadi penolong pertama ketika bencana terjadi di lingkungan sekitar.

“Saat bencana terjadi, warga dan tetangga adalah penolong pertama. Dalam status tanggap darurat ini, simulasi APAR dan pelatihan pertolongan pertama sangat penting agar Satgas Kaltana selalu siap dan sigap membantu masyarakat,” ungkap Risman.

Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Raih Lima Penghargaan Kinerja Perizinan dan Pembebasan Lahan

Ia juga mengapresiasi dukungan peralatan yang diberikan PLN untuk menunjang kesiapsiagaan Satgas Kaltana.

General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha mengatakan, penguatan kapasitas masyarakat merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung ketahanan masyarakat terhadap bencana.

“Melalui pelatihan dan simulasi tanggap darurat ini, kami berharap Satgas Kaltana dan masyarakat Kaluku Bodoa semakin cepat tanggap, memahami langkah pencegahan, serta mampu melakukan respons awal ketika menghadapi risiko kekeringan maupun kebakaran,” ujar Aditya.

Baca Juga : Grup Astra Makassar Salurkan 400 Dus Indomie untuk Korban Gempa NTT

Selain kesiapsiagaan bencana, PLN turut memberikan perhatian terhadap keselamatan kelistrikan sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran di lingkungan permukiman.

Menurut Aditya, penggunaan listrik yang tidak aman, seperti kabel rusak, penggunaan stop kontak secara berlebihan, maupun instalasi yang tidak sesuai standar, dapat meningkatkan risiko kebakaran.

“Keselamatan kelistrikan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan kebakaran. Karena itu, kami berharap edukasi yang diberikan dapat diterapkan mulai dari rumah masing-masing, sehingga masyarakat tidak hanya siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu mencegah risiko sejak dini,” tambahnya.

Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026, PLN UIP Sulawesi berharap masyarakat Kaluku Bodoa semakin tangguh dan mampu melakukan mitigasi secara mandiri.

Kolaborasi bersama pemerintah, BPBD, dan masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus mengurangi risiko dampak kekeringan dan kebakaran.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum01 September 2026 11:46
Sidang Korupsi Bibit Nanas Dimulai, 4 Mantan Pimpinan DPRD Sulsel Hadir di PN Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas di Pengadilan Negeri (PN) Makassar telah dimulai siang ini. Em...
Video31 Agustus 2026 22:07
VIDEO: Disorot karena Kabinet Gemuk, Prabowo Singgung Timor Leste
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo menyinggung persoalan kabinetnya yang disebut gemuk. Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat penutu...
Video31 Agustus 2026 20:53
VIDEO: Jembatan Gantung Ambruk Saat Diresmikan
SULSELSATU.com – Sebuah video merekam detik-detik Jembatan gantung di Pangandaran Jawa Barat ambruk. Momen itu saat jembatan gantung tersebut di...
Kriminal31 Agustus 2026 20:50
Penyidik Kantongi Dalang Sindikat Penjual Lahan Negara, Gakkum Bidik Pentolan APL Loeha Raya
Praktik penjarahan ruang hijau secara brutal di Blok Tanamanalia dan Kawasan Loeha Raya, Luwu Timur tampaknya segera menemui babak akhir....