SULSELSATU.com, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk menerima penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas kontribusinya dalam aksi kemanusiaan bersama Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026 untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat.
Dalam daftar resmi Kementerian ESDM, Vale Indonesia tercatat sebagai salah satu penerima penghargaan kategori “Bantuan Tanggap Darurat Turun ke Lapangan.”
Baca Juga : Pemberdayaan Masyarakat PT Vale Raih Satu Platinum dan Dua Gold Awards ICA–ISDA 2026
Penghargaan diserahkan dalam acara Penyerahan Penghargaan Aksi Kemanusiaan Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Penghargaan tersebut diterima Corporate Health and Safety Vale Indonesia Otok Nugroho. Ia mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kerja bersama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM atas kepercayaannya kepada Vale Indonesia melalui penghargaan ini. Penghargaan ini kami maknai sebagai apresiasi atas kerja bersama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam,” ujar Otok.
Baca Juga : Ketika Lahan Bekas Tambang Menjadi Rumah Kehidupan
Menurutnya, kapasitas yang dimiliki perusahaan perlu segera diterjemahkan menjadi dukungan yang dibutuhkan masyarakat ketika bencana terjadi.
Keterlibatan dalam aksi kemanusiaan, kata dia, menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan kepedulian dan kapasitas ketika dibutuhkan.
Dalam penanganan gempa NTT, Vale Indonesia menyalurkan kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, dan obat-obatan pada 21 Agustus 2026 atau beberapa hari setelah gempa terjadi.
Baca Juga : PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan ke Kriyanusa 2026
Bantuan tersebut diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Otok menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat memiliki peran penting dalam setiap respons kebencanaan.
Kolaborasi lintas pihak tersebut dinilai dapat membantu membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Baca Juga : Lahan Kritis Berbuah, Ekosistem Pesisir Terjaga
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam setiap respons kebencanaan. Kolaborasi antar semua pihak tersebut dapat membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana,” jelas Otok.
Ia menambahkan, respons terhadap bencana juga sejalan dengan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di Vale Indonesia.
Kemampuan mengenali risiko, mempersiapkan respons, serta berkolaborasi secara cepat menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi kebencanaan, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Baca Juga : PT Vale Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran
Menurut siaran pers Kementerian ESDM yang dicantumkan dalam rilis tersebut, Program Kementerian ESDM Siaga Bencana mulai bergerak pada 16 Agustus 2026, sehari setelah gempa melanda wilayah NTT.
Pada akhir Agustus 2026, Kementerian ESDM telah menyiapkan 48 unit genset untuk fasilitas kesehatan di tujuh kabupaten terdampak.
Selanjutnya, pada 3 September 2026, Kementerian ESDM melaporkan sebanyak 58 tim dari 78 perusahaan subsektor mineral dan batubara telah dikerahkan ke lapangan dengan dukungan Inspektur Tambang di sejumlah wilayah terdampak.
Dukungan sektor ESDM mencakup pengerahan personel dan logistik, layanan kesehatan, serta kebutuhan energi untuk fasilitas vital di wilayah terdampak.
Kementerian ESDM menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kekuatan dalam mempercepat penanganan dampak bencana di NTT.
Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan dan organisasi yang terlibat dalam aksi kemanusiaan penanganan bencana.
Penyerahan penghargaan merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana serta surat Kementerian ESDM tertanggal 16 Agustus 2026 mengenai bantuan bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar