Logo Sulselsatu

FIN Expo 2026 di Makassar Hadirkan 28 Booth, Ajak Masyarakat Lebih Kenal Produk Keuangan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 03 Oktober 2026 21:58

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan menggelar Financial Expo (FIN Expo) 2026 di Makassar.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus akses masyarakat untuk mengenal produk dan layanan industri jasa keuangan secara langsung.

FIN Expo 2026 yang hadir dengan tema “Akses Keuangan yang Merata, Ekonomi Berdaya, dan Masyarakat Sejahtera” diharapkan memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Sulawesi Selatan.

Baca Juga : OJK Siapkan Lima Prioritas Penguatan Perbankan hingga 2030 Lewat RP3I

Ketua Panitia FIN Expo 2026 Riza Pahlevei mengatakan, penyelenggaraan kegiatan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi industri jasa keuangan. Menurutnya, sinergi diperlukan agar berbagai program sektor keuangan dapat memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat.

“Ke depan, kami berharap kelompok industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan dapat terus memperkuat kolaborasi dan sinergi, sehingga berbagai program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak yang semakin luas kepada masyarakat,” ujar Riza.

Ia mengatakan, FIN Expo 2026 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan peran industri jasa keuangan kepada masyarakat.

Baca Juga : Berlaku 1 Oktober, OJK Atur Pelaporan Insidental di Pasar Modal dan Bursa Karbon

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan pelaku industri dan memperoleh informasi mengenai berbagai produk serta layanan keuangan.

Sementara itu, Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, penyelenggaraan FIN Expo menjadi salah satu upaya memperkecil kesenjangan antara akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan pemahaman terhadap produk yang digunakan.

Menurut Muchlasin, tingkat inklusi keuangan di Sulawesi Selatan telah mencapai sekitar 81 persen, sementara tingkat literasi keuangan masih menjadi perhatian.

Baca Juga : OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Lewat e-Seaweed, 200 Petani Telah Terdaftar

“Untuk itu tentunya kita berusaha agar gap edukasi di acara ini bisa kita kurangi,” kata Muchlasin.

Ia mengatakan penguatan literasi perlu dilakukan karena masyarakat yang telah menggunakan produk jasa keuangan belum tentu memahami karakteristik, manfaat dan risiko produk tersebut.

Karena itu, FIN Expo 2026 dirancang tidak hanya sebagai pameran, tetapi juga sebagai ruang edukasi. Pengunjung dapat mendatangi berbagai booth untuk memperoleh informasi langsung dari lembaga jasa keuangan yang berpartisipasi.

Baca Juga : OJK dan Pemkab Pasangkayu Gelar Literasi Keuangan untuk Pelajar hingga UMKM

FIN Expo 2026 menghadirkan sekitar 28 booth dari berbagai pelaku industri jasa keuangan. Masyarakat dapat mengenal produk perbankan, asuransi, pasar modal, pembiayaan dan berbagai layanan keuangan lainnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, FIN Expo 2026 menargetkan 25 ribu pengunjung. Selain jumlah pengunjung, nilai transaksi juga menjadi salah satu indikator yang ditargetkan meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

Pada FIN Expo sebelumnya, nilai transaksi disebut mencapai sekitar Rp5,5 miliar. Tahun ini penyelenggara menargetkan capaian yang lebih tinggi.

Baca Juga : OJK Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Bantaeng melalui GENCARKAN

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi yang turut hadir mengatakan, penguatan inklusi keuangan membutuhkan peran aktif industri jasa keuangan dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Menurut Fatmawati, pelaku perbankan perlu lebih jeli melihat potensi ekonomi masyarakat dan memperluas akses pembiayaan sesuai kebutuhan.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan FIN Expo 2026 untuk mengenal produk keuangan yang legal. Edukasi tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat memahami manfaat dan risiko sebelum menggunakan produk jasa keuangan.

“Mari kita memanfaatkan ajang ini untuk lebih kenali produk keuangan yang legal. Tidak ada lagi produk kita terjebak dengan produk yang ilegal, sehingga membuat masyarakat kita pintar,” katanya.

Fatmawati juga mendorong pelaku industri jasa keuangan terus memperluas jangkauan layanan dan menghadirkan inovasi produk yang inklusif.

Pengembangan sektor keuangan, kata dia, juga perlu diarahkan untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar03 Oktober 2026 22:31
Ruslan Lallo Gelar Pengawasan Pemerintahan Daerah Bersama Kecamatan Wajo
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar H Ruslan Lallo menggelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah bersama Kecamatan ...
Olahraga03 Oktober 2026 22:14
Khong Guan Superco Supercamp Superfest 2026 Hadir di Makassar Bina Talenta Muda Sulawesi
Khong Guan Group melalui produk Superco menggelar Khong Guan Superco Supercamp Superfest 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk menjangkau dan memb...
Video03 Oktober 2026 20:39
VIDEO: Kapolri Mutasi Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Diganti Irjen M Awal Chairuddin
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan mutasi sejumlah Kapolda, termasuk Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Ir...
Politik03 Oktober 2026 18:34
Dipinang Demokrat, Appi Tak Ingin Buru-buru Nyatakan Sikap
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng turun langsung mengajak Wali Kota Makassar Munafri Arifudd...