Logo Sulselsatu

PT Vale Indonesia Tekankan Kepemimpinan Berdampak di Makassar Leadership Summit 2026

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 09 Oktober 2026 11:19

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Vale Indonesia Tbk menekankan pentingnya kepemimpinan inklusif dan berkelanjutan dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kepedulian sosial, dan kelestarian lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan Chief Human Capital Vale Indonesia Heriyanto Agung Putra dalam Makassar Leadership Summit 2026 di Makassar, Kamis (8/10/2026).

Heriyanto hadir sebagai pembicara dalam panel diskusi bertajuk “Inclusive & Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values”.

Baca Juga : PT Vale Indonesia Serahkan Ijazah Paket C di Pomalaa

Forum yang digelar Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) Indonesia, APINDO Sulsel, dan GNIK itu menghadirkan sejumlah pemimpin untuk berbagi perspektif mengenai kepemimpinan di tengah perubahan dan tantangan dunia bisnis.

Heriyanto mengatakan, pemimpin saat ini dituntut mampu mengelola keberagaman serta membangun sumber daya manusia yang tangguh dan adaptif.

Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang selama memiliki kemauan, energi, dan semangat untuk mencapai tujuan.

Baca Juga : Makassar Leadership Summit 2026, Kepemimpinan Harus Berdampak bagi Lingkungan dan Masyarakat

“Pemimpin saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola keberagaman di tengah perubahan yang cepat dan ketidakpastian. Organisasi harus mampu membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus memiliki agility atau kemampuan beradaptasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas perlu menjadi pertimbangan penting dalam kepemimpinan.

Setiap individu harus memperoleh ruang dan kesempatan yang setara untuk berkembang tanpa dibatasi latar belakang maupun kondisi masing-masing.

Baca Juga : PT Vale Indonesia Perluas Pasar UMKM Lewat Rumah Oleh-Oleh Telaloa

Di Vale Indonesia, prinsip tersebut tercermin dalam nilai utama perusahaan, yakni CARES yang merupakan singkatan dari Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, dan Sustainability.

Nilai-nilai ini menjadi landasan dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, sekaligus membangun budaya kerja yang peduli terhadap masyarakat sekitar.

Heriyanto menjelaskan, CARES juga menjadi pedoman bagi para pemimpin dalam memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan perhatian terhadap dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Baca Juga : Makassar Leadership Summit 2026 Fokus Bahas AI, Transformasi dan Sustainability

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meminimalkan penggunaan karbon dan bahan bakar berbasis batu bara dalam proses produksi.

Ia juga menegaskan pentingnya prinsip People, Planet and Profit dalam operasional perusahaan. Prinsip tersebut menekankan keseimbangan antara pengelolaan sumber daya manusia, tanggung jawab terhadap lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, Heriyanto turut membahas tantangan membangun kesetaraan dan keberagaman di lingkungan kerja, termasuk hubungan antar-generasi.

Baca Juga : Respons Cepat Gempa NTT, PT Vale Terima Penghargaan Kementerian ESDM

Menurutnya, peningkatan keterwakilan perempuan dan keterlibatan generasi muda, termasuk Generasi Z, dapat menjadi indikator dalam mendorong lingkungan kerja yang lebih inklusif.

“Untuk bisa mewujudkan kesetaraan, terdapat beberapa indikator, seperti penambahan persentase karyawan perempuan yang mengisi lingkungan kerja dan persentase anak muda atau Generasi Z yang mulai mengisi peran di perusahaan,” jelasnya.

Ia berharap penguatan keberagaman dan inklusivitas dapat membantu perusahaan tumbuh di tengah dinamika lingkungan bisnis.

Upaya tersebut juga dinilai penting untuk menjaga kekuatan organisasi melalui sumber daya manusia yang beragam dan mampu beradaptasi.

Dalam forum yang sama, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI HM Jusuf Kalla menyampaikan, pandangannya melalui rekaman video dari Amerika Serikat.

Ia memaparkan empat nilai kepemimpinan dalam konteks Bugis-Makassar, yakni macca atau kecerdasan, warani atau keberanian mengambil keputusan, getteng atau ketegasan, serta malempu atau kejujuran.

Jusuf Kalla menegaskan, kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengambil keputusan. Pemimpin juga harus memastikan perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

“Kepemimpinan itu perlu memberi manfaat lebih luas, tidak hanya profit, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan, tumbuh bersama masyarakat, memenuhi prinsip Environment, Social, Governance—ESG,” ungkapnya.

Pandangan tersebut memperkuat pembahasan dalam Makassar Leadership Summit 2026 mengenai pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis. Kepemimpinan juga dituntut menghadirkan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan perusahaan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News09 Oktober 2026 10:21
Cari Aman Academy Cetak Generasi Penggerak Keselamatan Berkendara
PT Astra Honda Motor (AHM) melibatkan 570 pelajar dan guru dari 38 sekolah binaan dalam kompetisi keselamatan berkendara Cari Aman Academy 2026 di Ast...
Pendidikan09 Oktober 2026 09:38
PT Vale Indonesia Serahkan Ijazah Paket C di Pomalaa
PT Vale Indonesia Tbk menyerahkan ijazah Program Pendidikan Kesetaraan Paket C kepada masyarakat di sekitar wilayah Indonesia Growth Project (IGP) Pom...
Berita Utama09 Oktober 2026 06:41
Hingga Juli 2016, OJK Catat Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp1.949 triliun hingga Juli 2026....
Makassar08 Oktober 2026 20:44
Makassar Leadership Summit 2026, Kepemimpinan Harus Berdampak bagi Lingkungan dan Masyarakat
Makassar Leadership Summit 2026 resmi digelar dengan mengangkat isu kepemimpinan yang inklusif dan berkelanjutan....