Logo Sulselsatu

Trauma, Warga Ternate Masih Bertahan di Bukit Pascagempa

Asrul
Asrul

Senin, 08 Juli 2019 12:33

Ilustrasi. (INT)
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, TERNATE – Pascagempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) di Ternate, Maluku Utara, masih banyak warga di sejumlah kota masih memilih bertahan di dataran tinggi hingga Senin (8/7/2019) pagi.

Warga masih bertahan di bukit. Mereka mengaku masih takut dan trauma, meski petugas setempat telah memastikan status siaga tsunami telah berakhir.

Dilansir CNNIndonesia, warga enggan turun dan memilih menetap di perbukitan bersama keluarga. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah berulangkali mengimbau para warga untuk turun.

“Sejak pukul 00.00 hingga 05 WITA warga masih berada di perbukitan,”.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa pascagempa semalam. Sebagian warga yang sudah turun ke pusat kota, sudah kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Episentrum gempa tersebut berada sekitar 135 kilometer barat daya Ternate dengan kedalaman 10 kilometer.

Atas gempa tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini tsunami di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

BMKG pun mencatat selang tiga detik kemudian, 22.08.42 WIB terjadi gempa susulan dengan kekuatan 7,0 SR.

Kasi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Winangun, Manado, Edward H Mengko mengatakan setidaknya ada empat gempa susulan lanjutan.

Gempa susulan pertama bermagnitudo 4,8 SR (pukul 22:29:15 WIB), gempa kedua bermagnitudo 4,2 (pukul 22:34:24 WIB), Gempa susulan ketiga bermagnitudo 4,5 (22:43:57 WIB), dan gempa susulan berikutnya magnitudo 4,0 (22:57:01 WIB).

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan gempa bumi yang terjadi di Ternate, Maluku Utara pada Minggu (7/7) malam merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi kerak bumi pada Lempeng Laut Maluku.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi kerak bumi pada Lempeng Laut Maluku,” kata Dwikorita dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/7) dini hari.

Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis02 November 2026 09:30
PLN Dampingi Petani Kopi Batui, Penjualan Naik 326 Persen
Nilai penjualan kopi green bean Kelompok Tani Kopi Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, meningkat lebih dari empat kali lipat setelah mendapatka...
News02 November 2026 07:16
OJK Catat 27,23 Juta Rekening Baru Selama BIK 2026
Rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 mencatat pembukaan 27,23 juta rekening dan akun produk jasa keuangan sepanjang Oktober 2026...
News01 November 2026 20:04
ISKI Sulsel Siapkan Program Kerja, Perkuat Peran Sarjana Komunikasi di Berbagai Sektor
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Koordinator Wilayah Sulawesi Selatan mematangkan program kerja kepengurusan pe...
OPD01 November 2026 20:02
Pengawasan di Biringkanaya, Fauzi Andi Wawo Siapkan Program KK Binaan Bagi Konstituen PKB
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, menyiapkan program KK Binaan untuk menjangkau masyarakat yang telah m...