Logo Sulselsatu

Delapan Orang Tewas Akibat Gempa Halmahera, 51.637 Orang Mengungsi

Asrul
Asrul

Senin, 22 Juli 2019 11:29

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Bencana gempa yang terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengakibatkan 8 orang meninggal dunia. Selain itu, 51.637 orang terpaksa mengungsi akibat bencana ini.

Kedelapan orang yang tewas, antara lain karena tertimpa reruntuhan bangunan atau sakit di lokasi pengungsian. Semua pengungsi ialah warga dari sebelas kecamatan, termasuk Kecamatan Bacan dan Kecamatan Gane.

Korban luka berjumlah 129 orang, baik luka ringan maupun luka berat. Bangunan rusak sebanyak 2.734 unit dengan rincian 1.176 unit berat dan 1.558 unit rusak ringan.

Kebanyakan warga yang mengungsi bukan karena hunian mereka rusak, melainkan cenderung ketakutan akan terjadi gempa susulan sehingga sebagian dari mereka saat siang memilih keluar dari barak pengungsian ke desa, kemudian balik malam untuk istirahat di barak.

“Kalau malam mau tidur baru mereka menuju barak untuk tidur sehingga jumlah mereka membengkak,” kata Kolonel Infantri Endro Sutoto, Koordinator Satuan Tugas Nusa Bima Penangulangan Bencana Halmahera Selatan, seperti dikutip dari VIVA, Senin (22/7/2019).

Untuk mengecek kesehatan semua pengungsi di berbagai kecamatan, aparat menyebarkan tim medis menggunakan dua helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba mengklaim, penanganan ribuan pengungsi sudah berjalan maksimal. “Yang masih kurang saat ini adalah mengembalikan kondisi masyarakat yang terganggu pasca-bencana,” ujarnya usai memantau ke Pos Penanggulangan Bencana di Kecamatan Gane Barat.

Ia berharap, semua aparatur pemerintah daerah, termasuk para guru sekolah, segera beraktivitas lagi. Sementara fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas, diminta mengaktifkan pelayanan agar aktivitas dapat kembali normal.

“Kami tidak memaksakan warga namun kami, Pemda, sudah mulai merancang pemulihan pascabencana terutama bagi para siswa dengan memfokuskan mereka pada metode trauma healing,” kata Bahrain.

Hingga Minggu malam, Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika Stasiun Ternate mencatat terjadi 132 gempa susulan setelah gempa utama magnitudo 7,2 SR pada 14 Juli 2019. Gempa terakhir yang tercatat terjadi pukul 8.00 WIT di 20 kilometer Labuha-Obi dengan kekuatan Magnitudo 3,8.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News01 November 2026 20:04
ISKI Sulsel Siapkan Program Kerja, Perkuat Peran Sarjana Komunikasi di Berbagai Sektor
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Koordinator Wilayah Sulawesi Selatan mematangkan program kerja kepengurusan pe...
OPD01 November 2026 20:02
Pengawasan di Biringkanaya, Fauzi Andi Wawo Siapkan Program KK Binaan Bagi Konstituen PKB
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, menyiapkan program KK Binaan untuk menjangkau masyarakat yang telah m...
Pendidikan01 November 2026 18:34
UPA Gelar Perdana Pemilihan Duta Kampus 2026, Aldyansyah dan Revina Putri Terpilih
SULSELSATU.com, GOWA – Universitas Patria Artha (UPA) menggelar pemilihan Duta Kampus 2026 di Pelataran Gedung Rektorat UPA, Sabtu (31/10) malam. Ke...
Ekonomi01 November 2026 15:57
Samsung Galaxy A18 Hadir di Indonesia, Usung AI dan Triple Camera untuk Temani Aktivitas Anak Muda
SULSELSATU.com, JAKARTA – Samsung Electronics Indonesia resmi memperkenalkan Samsung Galaxy A18 di pasar Indonesia. Smartphone terbaru dari lini...