Logo Sulselsatu

Wiranto Sebut Pengungsi Gempa Ambon Beban Bagi Pemerintah

Asrul
Asrul

Rabu, 02 Oktober 2019 13:55

Menkopolhukam, Wiranto. (INT)
Menkopolhukam, Wiranto. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Menkopolhukam Wiranto menyebut jumlah pengungsi yang cukup besar pasca gempa berkekuatan 6,3 skala Richter di Ambon menjadi beban bagi pemerintah pusat maupun daerah. Pengungsi ini lebih banyak berasal dari masyarakat setempat yang khawatir usai mendapat informasi tentang adanya gempa susulan yang berpotensi tsunami.

Padahal, BMKG dan instansi terkait tak pernah mengeluarkan informasi yang membuat cemas warga Ambon itu. Wiranto mengatakan, akibat menyebarnya kabar tak benar itu, jumlah pengungsi gempa di Ambon kini membengkak.

“Dari laporan yang disampaikan memang banyak sekali pengungsi, tidak sebanding dengan kerusakan yang ada di daerah. Mengapa? karena pengungsi ini ditakuti adanya informasi bahwa akan ada gempa susulan yang lebih besar, ditakuti adanya tsunami akibat gempa,” kata Wiranto, seperti dikutip dari iNews.id, Rabu (2/10/2019).

Baca Juga : Mantan Ketum Parpol Gabung PAN, Nama Wiranto Mengemuka

“Padahal tidak ada badan resmi manapun yang mengumumkan itu,” ucapnya.

Guncangan gempa di Ambon pada Kamis lalu memang tergolong kuat dan telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah gedung di sekitar titik lokasi gempa. Bencana itu juga menelan korban 23 jiwa.

“Dari laporan kepala BNPB sekitar 700 rumah yang rusak berat ringan dan sedang, sementara ini ada 23 orang yang meninggal dunia. Langkah pemerintah pusat, BNPB, menteri sosial, dan menteri kesehatan sudah langsung melakukan langkah-langkah untuk meringankan beban dari para korban,” ujar Wiranto.

Baca Juga : Pasutri Penikam Wiranto Terancam Hukuman Mati

Akan tetapi, karena termakan berita yang belum dipastikan kebenerannya itu, kata dia, warga yang terlalu lama mengungsi telah menjadi beban bagi pemerintah. Karena itu, Wiranto meminta warga setempat untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

“Sekarang sedang dilakukan sosialisasi bahwa tidak ada gempa susulan yang lebih besar lagi, tidak ada tsunami, diharapkan masyarakat bisa kembali ke tempat tinggal masing-masing untuk mengurangi besaran pengungsi, pengungsi terlalu besar ini sudah menjadi beban pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” tutur mantan panglima ABRI itu.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....
Hukum02 November 2026 16:07
Polda Sulsel Larang Personel dan Pegawai Isap Vape Cegah Penyalahgunaan Narkotika
SULSELSATU, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melarang seluruh personel kepolisian dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), menggunakan ro...