SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Sosialisasi Penanganan Benturan Kepentingan dan Whistle Blower System lingkup Pemerintah Daerah se-Sulsel, di Hotel Melia, Selasa, (5/11/2019).
Dalam sambutannya, Andi Sudirman mengaku ingin memastikan tidak ada konflik kepentingan di dalam proses pemeriksaan.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK
“Jika desain by sistemnya sudah berjalan, maka tentu akan berjalan lebih independen dan lebih terbuka, tidak ada conflict of interest,” ujarnya.
Selanjutnya, kata Andi Sudirman, adalah wacana peningkatan kapasitas APIP, serta posisi dalam eselonisasi. Termasuk mutasi atau pergeseran melalui intervensi persetujuan Irjen Kementerian.
“Kita akan lihat sejauh mana bisa efektif,” terangnya.
Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo
Jika selama ini hanya dilakukan satu kali evaluasi internal, maka pihaknya akan menggodok pemeriksaan dan evaluasi, serta pengawasan internal dilakukan tiga kali setahun.
“Kami masih menggodok perubahan Pergubnya. Jadi nantinya ada di awal, di tengah dan di akhir tahun. Termasuk mengarahkan, mencegah, mengevaluasi dan penindakan,” bebernya.
Menurut Andi Sudirman, jika hanya dilakukan evaluasi di akhir anggaran, memungkinkan kesalahan-kesalahan yang berjalan lama serta menyimpang sudah jauh, baru bisa ditemukan. Tidak ada evaluasi dan peringatan.
Baca Juga : Gubernur Sulsel Lepas Kontingen SPIDI ke Jambore Muslim Dunia, Kagum Ada Hafizah 30 Juz
“Harapan ke depan, dengan tiga kali pemeriksaan, kita bisa meminimalisir temuan-temuan yang tidak perlu terjadi karena pemeriksaan akan ada tahapan,” katanya.
Editor: Awang Darmawan
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar