Logo Sulselsatu

Pengangguran Bertambah di Era Jokowi, Lulusan SMK Terbanyak

Asrul
Asrul

Jumat, 08 November 2019 19:54

Ilustrasi. (INT)
Ilustrasi. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Jumlah pengangguran di era pemerintahan Presiden Joko Widodo meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) secara persentase pada Agustus 2019 dibandingkan Agustus 2018. Namun jika dilihat secara jumlah justru meningkat.

Sumbangsih terbesar dari TPT hingga Agustus 2019 masih dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mencapai 10,42%. Padahal lulusan SMK seharusnya dipersiapkan untuk siap kerja.

Sementara jika dilihat dari masing-masing provinsi, jumlah pengangguran paling besar masih berada dari Banten. Jumlahnya mencapai 8,11%.

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Data Statistik, Pemkab Gowa Perkuat Kolaborasi Dengan BPS

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan TPT pada Agustus 2019 sebesar 5,28%. Angka itu menurun jika dibandingkan TPT pada Agustus 2018 sebesar 5,34%.

“Trennya juga terus menurun selama 4 tahun terakhir,” ujarnya, seperti dikutip dari detikcom, Jumat (8/11/2019).

Jika dilihat angka TPT 5,28% itu setara dengan 7,05 juta orang. Angka itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan Agustus 2018 sebesar 7,001 juta orang.

Baca Juga : Bupati Gowa Instruksikan Camat Hingga Lurah Bantu BPS Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi Secara Jujur

Perbedaan jumlah tersebut dikarenakan metode penghitungan survei indikator tenaga kerja sedikit berbeda. Perbedaannya berada pada jumlah sampel yang disurvei.

“Indikator tenaga kerja surveinya Agustus 2019, jumlah sampelnya diperbesar dari 200 ribu jadi 300 ribuan,” kata Suhariyanto.

Selain itu faktornya pada Agustus 2019 jumlah angkatan kerja 133,56 juta orang. Naik 2,55 juta orang dibandingkan Agustus 2018.

Baca Juga : BPS: Ekspor dan Impor Sulsel Alami Penurunan

Dari angka itu sebanyak 126,51 juta orang adalah penduduk bekerja dan sebanyak 7,05 juta orang menganggur.

Suhariyanto mengatakan jika dilihat dari jenjang pendidikan, TPT yang paling tinggi memang terjadi untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dibandingkan tingkat pendidikan yang lainnya.

“TPT paling tinggi mereka yang berpendidikan SMK. Tapi trennya mengalami penurunan. Jadi perbaikan kurikulum tentu harus terus dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga : Tiket Pesawat dan Tarif Tol Penyumbang Terbesar Inflasi di Sulsel Mei 2021

TPT kedua yang paling tinggi terjadi pada lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,92%. Sementara untuk TPT paling rendah terjadi pada jenjang pendidikan SD sebesar 2,41%.

Jika dilihat dari jenis kelaminnya, TPT laki-lali mencapai 5,31% secara keseluruhan. Angka itu lebih tinggi dari TPT perempuan yang mencapai 5,23%.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga05 Oktober 2026 05:50
Superco Superteam Juara, Taklukkan SSB Banjar Nusantara Kaltim 1-0
Tim Superco Superteam keluar sebagai juara Superco Superfest 2026 setelah mengalahkan SSB Banjar Nusantara asal Kalimantan Timur dengan skor 1-0 pada ...
Ekonomi04 Oktober 2026 19:36
Tingkatkan Peran Anak Muda, OJK Sulselbar Siapkan Duta Literasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) menyiapkan generasi muda sebagai penggerak literasi dan inklusi ke...
Olahraga04 Oktober 2026 18:24
Khong Guan Perluas Pembinaan Pemain Sepak Bola Usia Dini ke Indonesia Timur
Khong Guan melalui program Khong Guan Superco Supercamp Superfest 2026 memperluas pembinaan talenta sepak bola usia dini hingga Indonesia Timur....
News04 Oktober 2026 17:44
Kalla Beton Suplai Ready Mix Pembangunan Masjid di Sepaku
Kalla Beton mendukung pembangunan Masjid Miftahul Firdaus di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, me...