Logo Sulselsatu

Mahfud MD Tegaskan RI Masih Bebas Corona

Asrul
Asrul

Sabtu, 29 Februari 2020 20:50

Mahfud MD. (int)
Mahfud MD. (int)

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa virus corona belum masuk Indonesia.

Hal ini disampaikan Mahfud menepis ramainya media sosial yang meragukan Indonesia masih bebas dari wabah corona.

“Nggak ada (yang menyembunyikan), siapa yang bilang. Media sosial itu nda’ bisa dipercaya,” kata Mahfud usai menghadiri acara Dialog Kebangsaan dan Launching Buku ‘Ulama dan Negara-Bangsa’ di Gedung Prof Sunarjo UIN Yogya, Sabtu (29/2/2020) seperti dilansir dari Detik.

Baca Juga : Mahfud dan Badrodin Serap Aspirasi Reformasi Polri dari Akademisi-Aktivis Sulsel

Baca juga: Virus Corona Sudah Renggut 2.924 Nyawa di Seluruh Dunia

Mahfud mengatakan, saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang belum ditemukan virus corona. Dia juga menyebut belum ada laporan soal penderita yang terjangkit virus corona.

Baca juga: Gara-gara Corona, AS Tunda KTT ASEAN di Las Vegas

Baca Juga : Sulsel Termasuk Daerah Rawan Pelanggaran Pemilu, Menkopolhukam: Antisipasi Kecurangan Lebih Awal

“Sekarang Indonesia menjadi salah satu negara yang masih nol (corona). Coba kalau ada di mana itu virus corona, itu kan cuma orang mau bikin isu. Sampai hari ini (tidak ada corona). Saya tidak tahu kalau sampai besok tapi sampai hari ini tidak,” tegasnya.

Mahfud membenarkan jika memang ada 232 orang yang diperiksa karena dianggap suspect corona. Namun, mereka diperiksa atas kemauan sendiri.

“Ada katanya orang 232 orang memang diperiksa dianggap suspect corona ternyata mereka minta diperiksa sendiri karena ketakutan. Tidak ada virus corona,” jelasnya.

Baca Juga : Pengamat: Duet Ganjar-Mahfud MD Berpotensi Menagi Pilpres 2024

“Kalau memang ada pasti ada korbannya to, wong cirinya jelas didahului dengan panas, sesak nafas. Ini ndak ada penyakit seperti itu di sini,” katanya menambahkan.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (The World Health Organization/WHO) pada Jumat (28/2/2020) waktu Swiss, kembali menaikkan status risiko dari virus corona ke level tertinggi. Ini dilakukan setelah epidemi itu menyebar ke sub-Sahara Afrika dan membuat pasar keuangan merosot.

Editor: Hendra Wijaya

Baca Juga : Pakar Hukum Angkat Suara soal Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video04 Mei 2026 22:39
VIDEO: Viral, Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasning, K...
Metropolitan04 Mei 2026 20:18
Emak-emak PKL Cekcok di Bahu Jalan Hertasning, Camat Panakkukang: Sudah Ditegur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Emak-emak pedagang kaki lima (PKL) terlibat cekcok diduga karena rebutan lahan jualan di bahu Jalan Letjend Hertasnin...
Video04 Mei 2026 20:17
VIDEO: Warga Siram Ban Dibakar Mahasiswa HMI saat Aksi di Parepare
SULSELSATU.com – Aksi demonstrasi mahasiswa di Parepare diwarnai insiden penyiraman ban. Peristiwa terjadi di Jalan Sudirman, Senin (4/5/2026). Seor...
Hukum04 Mei 2026 20:16
Pria Pengangguran Asal Palopo Curi Motor Warga Maros, Ditangkap di Pangkep
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pria pengangguran bernama Apriansyah (36), asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditangkap polisi usai...