Logo Sulselsatu

Update Corona Dunia: 370 Ribu Kasus, 16 Ribu Orang Meninggal

Asrul
Asrul

Selasa, 24 Maret 2020 11:35

ilustrasi. (int)
ilustrasi. (int)

JAKARTA – Sejumlah negara masih belum bisa mengendalikan wabah dan pandemi virus corona. Bahkan, opsi lockdown sudah banyak diterapkan.

Menurut data Worldometers pada Selasa (24/3/2020), ada 378.741 kasus positif corona di dunia. Sementara angka pasien yang meninggal saat ini sebanyak 16.496. Sedangkan pasien yang sembuh sebanyak 101.608.

Secara spesifik, website itu juga mencatat angka kasus aktif saat ini adalah 260.637 kasus. Di mana kondisi ringan -sedang ada 248.399 (95%) kasus dan yang serius ada 12.238 (5%).

Baca Juga : Jadi Perusahaan Pembayar Pajak Terbesar, BRI Diapresiasi Oleh Negara

Sementara kasus yang sudah selesai ada 118.104. Dengan total pasien sembuh sebanyak 101.608 (86%) dan pasien meninggal 16.496 (14%).

Untuk penyebarannya sekala global, ada 195 negara dan wilayah yang terpapar corona. Termasuk satu wilayah armada internasional yakni Kapal Pesiar Diamond Princess.

Ada 10 negara dengan kasus terbanyak. Yakni China (81.093), Italia (63.927), AS (43.718), Spanyol (35.136), Jerman (29.056), Iran (23.049), Prancis (19.856), Korea Selatan (8.961), Swiss (8.795), Inggris (6.650).

Baca Juga : Pengumuman! Restrukturisasi Kredit Perbankan Penanganan Pandemi Covid-19 Berakhir

Sementara di ASEAN, kasus corona terbanyak ada di Malaysia (1.518), Thailand (721), Indonesia (579), Singapura (509), Filipina (462), Vietnam (123), Brunei (91), Kamboja (87), Myanmar (2). Sementara Laos belum melaporkan kasus.

Sementara itu Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan penyebaran corona di tiap negara kini makin meningkat.

“Pandemi semakin cepat,” ujarnya dikutip dari CNBC.

Baca Juga : PT Bumi Karsa Dirikan Posko Mudik, Bentuk Peduli Keselamatan dan Kenyamanan Para Pemudik

Ia mengatakan akan meminta negara G20 bertindak. Terutama untuk meningkatkan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi dokter dan tenaga medis, terutama ke wilayah yang paling banyak terkena dampak virus.

“Kami membutuhkan persatuan di antara negara-negara G20 yang memiliki lebih dari 80% dari PDB global,” katanya.

“Jika kita tidak memprioritaskan melindungi petugas kesehatan, banyak orang akan mati karena petugas kesehatan yang bisa menyelamatkan nyawanya sakit.”

Baca Juga : Masyarakat Kabupaten Gowa Kini Tidak Wajib Pakai Masker di Ruang Publik, Aturan Telah Dicabut

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...
News04 November 2026 20:41
Pegadaian Ambon Raih Tiga Penghargaan CSR 2026
PT Pegadaian (Persero) Area Ambon meraih tiga penghargaan Winner Top CSR Award 2026 dari Pemerintah Kota Ambon....