Nurdin Abdullah Tak Ingin Pembangunan Masjid 99 Kubah Setengah-setengah

Pekerja menyelesaikan pemasangan atap Masjid 99 Kubah di Kawasan CPI, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Senin (11/2/2019). (Sulselsatu/Moh Niaz Sharief)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) mengatakan penyelesaian proyek pembangunan Mesjid 99 kubah yang terletak di kawasan Center Poin of Indonesia (CPI), Jalan Metro Tanjung Bunga masih membutuhkan anggaran sebesar 90 miliar.

Hal ini disampaikan Nurdin saat menghadiri acara Penandatanganan MoU tentang izin penelitian on-line antara Dinas PTSP dan Unhas, di Unhas, Selasa (11/08/2020).

“Kami sudah hitung berapa, mesjid 99 kubah ini masih bisa menghabiskan sekitar 90 miliar pak, karena memang mesjid ini akan menjadi kebanggaan kita” ujar Nurdin.

Nurdin menjelaskan anggaran sebesar Rp 90 miliar untuk penyelesaian pembangunan proyek peninggalan mantan gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berdasarkan hasil Hasil audit tim fakultas teknik Universitas Hasanuddin Makassar menyatakan, konstruksi Masjid 99 Kubah Centre Point Of Indonesia (CPI) cukup aman. Sehingga, pembangunan ikon baru Kota Makassar, memiliki banyak komponen yang harus diganti.

“Audit fisik sudah selesai, dari Hasil audit kita, banyak komponen yang harus diganti, karena banyak menggunakan alkopan, bahan alkopan ini hanya bertahan 3-4 tahun,” jelasnya.

Nurdin mengaku tak ingin mengerjakan sedikit demi sedikit penyelesaian pembangunan proyek peninggalan Syahrul Yasin Limpo.

Untuk itu, Nurdin Abdullah menugaskan kepada Kepala Dinas PU PR Sulsel yang juga menjabat sebagai Pj Walikota Makassar Prof Rudy Djamaluddin untuk menghitung baik-baik total tambahan anggaran untuk merampungkan pembangunan Masjid 99 Kuba.

“Jangan tahun ini 10 (miliar rupiah), tahun depan 10. Saya mau tuntas satu kali anggaran,” jelasnya.

Sekedar diketahui total anggaran yang sudah digunakan sebanyak 134 miliar Rupiah.

Penulis: Jahir Majid

Editor: Asrul