Logo Sulselsatu

Pemprov Pastikan Proses Pembebasan Lahan Jalur Kereta Api di Maros Berjalan Lancar

Asrul
Asrul

Selasa, 01 September 2020 14:26

Proses peninjauan pembebasan lahan kereta api di Kabupaten Maros. (ist)
Proses peninjauan pembebasan lahan kereta api di Kabupaten Maros. (ist)

SULSELSATU.com, MAROS – Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani meninjau area yang masuk dalam segmen tiga rencana pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare yang terletak di Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Senin (31/8/2020) kemarin.

“Pemprov sebagai support untuk Kabupaten Maros, tapi ini sudah tuntas, masalah lahan sudah berjalan lancar, tim apprisial BPN sudah bisa masuk, yang sebelumnya tidak bisa masuk karena dihalangi oleh oknum,” kata Hayat usai peninjauan.

Dia menilai, persoalan pembebasan lahan yang terus bergulir di Kabupaten Maros hingga hari ini memerlukan kerja ekstra dan respon cepat, utamanya dari pemerintah kabupaten melalui koordinasi aktif bersama pemerintah provinsi.

Baca Juga : Plt Gubernur Dorong Percepatan Vaksinasi Bagi Warga Sulsel

“Selama ini saya terlibat langsung pada pengurusan lahan jalur kereta api ini, rapat kami gelar di Kejaksaan Tinggi, kemudian terakhir rapat di Maros agar ada progres dan berharap agar bupati, sekda, kapolres setempat semangat, saya kasi waktu satu minggu progresnya, sampai dua minggu setelah rapat, tolong camat lakukan secara verbal ke bupatinya, kapolres bisa laporkan juga namun sampai saat ini tidak ada progres,” kata Abdul Hayat.

Sponsored by MGID

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel, Bambag Priono yang turut hadir dalam kunjungan ini menyempatkan berbincang dengan beberapa warga yang lahannya masuk dalam pembangunan jalur kereta api, menyatakan pemerintah tidak akan merugikan masyarakat atas persoalan pembayaran tanah.

“Negara tidak akan merugikan masyarakat,” katanya singkat.

Baca Juga : Muhammad Fauzi Sebut Anggaran Pembangunan KA Maros-Barru Rp3 Triliun

Bambang mengatakan, akan melakukan ganti rugi terhadap tanah dan bangunan warga yang masuk dalam areal pembangunan jalur kereta api.

“Bangunan, sumur, kalau ada kandang ayam akan kami hitung untuk diganti rugi, kalau ada warga yang tidak menerima ganti rugi silakan langsung melapor,” kata Bambang.

Bupati Maros Hatta Rahman, yang turut hadir menolak memberikan penjelasan terkait kunjungan Pemprov Sulsel.

Baca Juga : Pemilik Lahan Jalur Kereta Api Makassar Parepare Mengadu ke DPRD Sulsel

Sebelumnya, Kepala Balai Perkeretaapian Wilayah Jawa bagian Timur Kemeterian Perhubungan, Jumadi menjelaskan, proyek pembangunan jalur kereta api Makassar- Parepare yang direncanakan sepanjang 142 kilometer membentang dari Kabupaten Makassar, Maros, Pangkep, Barru dan Parepare.

“Proyek ini dibagi dalam lima segmen yang terdiri atas panjang lahan bervariasi di tiap daerah yang dilalui jalur kereta api ini. Segmen satu berlokasi di Barru dengan panjang lahan yang telah selesai adalah 16 kilometer. Dengan pengadaan lahannya berasal dari APBD dan konstrusi jalurnya menggunakan APBN,” kata Jumadi.

Sementara, segmen kedua pembangunan kereta api ini juga berlokasi di Kabupaten Barru sepanjang 42 kilometer.

Baca Juga : Pemilik Lahan Jalur Kereta Api Makassar Parepare Mengadu ke DPRD Sulsel

“Segmen ketiga, yang kini masih tersangkut persolan pembebasan lahan dipersiapkan 60 kilometer yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep menuju wilayah Mandai, tepatnya di Kelurahan Marupa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros,” jelasnya.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Hendra Wijaya

Baca Juga : Pemilik Lahan Jalur Kereta Api Makassar Parepare Mengadu ke DPRD Sulsel

 

Baca Juga : Pemilik Lahan Jalur Kereta Api Makassar Parepare Mengadu ke DPRD Sulsel

 

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

OPD06 Desember 2021 20:47
Rangga Janji Perjuangkan Aspirasi Warga Saat Reses Bisa Terealisasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Sulsel Fachruddin Rangga kembali melakukan reses pada titik keempat di Kelurahan Pa’bundukang, Kecamat...
Berita Utama06 Desember 2021 20:13
Capaian Vaksinasi di Jeneponto Masih Rendah, Satgas Covid-19 Sulsel Turun Tangan
SULSELSATU.com, Jeneponto – Tim Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel turun tangan langsung melakukan vaksinasi di Jeneponto. Kedatangan tim Satgas Co...
Breaking News06 Desember 2021 20:05
Varian Omicron Terus Menyebar, Pemerintah Tunda Pemberangkatan Umroh Sampai Tahun 2022
SULSELSATU.com, JAKARTA – Varian Omicron terus menyebar ke sejumpah negara. Melihat kondisj tersebut, Pemerintah memutuskan untuk menunda pember...
Sponsored by MGID
Ekonomi06 Desember 2021 19:46
BRI Tanggap Bencana Semeru, Kerahkan Mobil Evakuasi dan Bangun Posko Bantuan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Proses penanganan bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur masih terus berjala...