Logo Sulselsatu

Bantah Minta Uang, Anggota KPU Jeneponto Sebut Caleg Perindo Lakukan Rekayasa

Asrul
Asrul

Kamis, 21 Oktober 2021 17:04

DKPP menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu untuk perkara nomor 168-PKE-DKPP/IX/2021 di Kantor Bawaslu Provinsi Sulsel, Kamis (21/10/2021). Ist
DKPP menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu untuk perkara nomor 168-PKE-DKPP/IX/2021 di Kantor Bawaslu Provinsi Sulsel, Kamis (21/10/2021). Ist

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) untuk perkara nomor 168-PKE-DKPP/IX/2021 di Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (21/10/2021).

Perkara ini diadukan oleh Puspa Dewi Wijayanti. Ia mengadukan Anggota KPU Kabupaten Jeneponto yakni Ekawaty Dewi sebagai Teradu.

Dalam pokok aduannya, Puspa menyebut adanya dugaan tindakan tercela yang dilakukan oleh Ekawaty. Puspa mengungkapkan, Ekawaty diduga telah meminta sejumlah uang kepadanya saat Pemilu 2019 lalu.

Baca Juga : DKPP Berhentikan Tetap Komisioner KPU Jeneponto

Untuk diketahui, Puspa merupakan salah satu Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) dari Partai Perindo di Daerah Pemilihan (Dapil) IV dalam Pemilu 2019.

Sponsored by MGID

Menurut Puspa, Ekawaty juga meminta satu unit rumah BTN dan menjanjikan suara untuk meloloskan dirinya sebagai Anggota DPRD Sulsel.

“Sedikit-sedikit dimintai uang, kalau tidak dipenuhi nanti saya tidak diajak ngomong. Sebagai pimpinan parpol, saya tidak diundang ke kegiatan KPU dan tidak diberi kesempatan untuk meng-upgrade informasi tentang kepemiluan,” katanya dalam sidang.

Baca Juga : Komisioner KPU Jeneponto Dilapor ke DKPP, Minta Uang Hingga Rumah Jadi Aduan

Sidang ini dipimpin oleh Ketua DKPP, Prof Muhammad yang bertindak sebagai Ketua Majelis. Ia didampingi oleh Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Sulsel yang menjadi Anggota Majelis, yaitu Gustiana A Kambo (unsur Masyarakat), Fatmawati (unsur KPU), dan Saiful Jihad (unsur Bawaslu).

Tudingan-tudingan di atas pun dibantah oleh Ekawaty selaku Teradu. Menurutnya, ia sama sekali tidak pernah meminta uang kepada Puspa dan menjanjikan kemenangan dalam Pemilu sebagai imbalannya.

Kendati demikian, Ekawaty mengakui jika dirinya pernah meminta bantuan berupa pinjaman uang kepada Puspa. Peminjaman uang ini, kata Ekawaty, dilakukannya karena ia merasa dirinya dan Puspa sudah terjalin hubungan persaudaraan sehingga ia pun tak merasa sungkan saat meminjam uang.

Baca Juga : DKPP Kukuhkan 6 Anggota TPD Sulsel Secara Virtual

“Tidak benar saya meminta uang, yang sebenarnya terjadi adalah saya meminta bantuan berupa pinjaman kepada Pengadu,” ucapnya.

Ekawaty juga membantah telah meminta sebuah rumah BTN dan juga menjanjikan sejumlah suara kepada Teradu sebagai gantinya. Menurutnya, Pengadu telah membelokkan fakta sesungguhnya dalam tudingan ini.

Ia mengungkapkan, Puspa adalah seorang pengembang perumahan selain juga menjadi politisi. Puspa, kisah Ekawaty, justru pernah menawarkan satu unit rumah kepadanya.

Baca Juga : DKPP Kukuhkan 6 Anggota TPD Sulsel Secara Virtual

Ekawaty mengaku sempat tertarik untuk membeli rumah yang ditawarkan oleh Puspa. Terlebih, dirinya masih belum memiliki rumah hingga kini.

“Ini rekayasa yang luar biasa,” ujarnya.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Adventorial02 Desember 2021 23:28
Plt Gubernur Akui Inovasi Taufan Pawe di Hadapan Kepala Daerah di Sulsel
SULSELSATU.com, Makassar — Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengakui sosok Taufan Pawe sebagai kepala daerah inovatif. Hal itu ia lont...
Makassar02 Desember 2021 23:06
Narasumber di Supermentor, Wali Kota Danny Paparkan Arti Sebuah Kepemimpinan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) menjadi pembicara membahas tentang kepemimpinan dalam acara Su...
Makassar02 Desember 2021 20:40
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Mulai Diterapkan TK Islam Athirah 1
SULSELSATU.com, MAKASSAR – TK Islam Athirah 1 siap melakukan pembelajaran tatap muka (TPM) terbatas mulai Desember 2021 ini. Kepala TK Islam Ath...
Sponsored by MGID
Makassar02 Desember 2021 20:21
Difasilitasi ANC Japan dan PT IKI, Plt Gubernur Sulsel Sebut Peluang 10 Ribu Lulusan SMK Bisa Bekerja di Jepang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyambut baik peluang yang diberikan oleh PT Industri Kapal Indonesia (Persero)...